logo rilis
Ada Gambar Mirip Jokowi di Poster PKI, Begini Penjelasannya
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
25 April 2018, 20:08 WIB
Ada Gambar Mirip Jokowi di Poster PKI, Begini Penjelasannya
Presiden Joko Widodo. FOTO: Sekretariat Kabinet RI

RILIS.ID, Jakarta— Presiden RI, Joko Widodo, memprotes gambar kampanye Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1955 yang memuat gambar sosok pria mirip dirinya.

"Lihat gambar ini waktu ketua umum PKI 1955 kampanye untuk pemilu, DN Aidit pidato, saya ada di bawahnya coba, saya lahir saja belum sudah digitu-gitukan," kata Presiden Joko Widodo dalam Musyawarah Nasional (Munas) BKPRMI di Asrama Haji Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Gambar yang dimaksud memperlihatkan Ketua Umum PKI, DN Aidit sedang berpidato di hadapan massa pada kampanye 1955. Di bawah podium sang pimpinan partai tersebut, ada sosok menggunakan kemeja lengan panjang mirip Jokowi.

"Ini fitnah di media sosial sudah lebih dari 4 tahun ini menuduh presiden Jokowi itu PKI coba, saya lahir tahun 1961, PKI dibubarkan tahun 1965, saya baru umur 3,5 - 4 tahun masa ada PKI balita? Logikanya enggak masuk," ungkap Presiden.

Presiden menilai bahwa foto itu menyatukan wajah dan tubuh dari dua objek yang berbeda.

"Logikanya tidak masuk, lahir saja belum sudah di bawahnya mimbar, tapi memang mukanya beda, badan saya ditaruh situ. Anak-anak muda sekarang pintar-pintar," kata Presiden menambahkan.

Ia juga berharap agar BKPRMI melakukan kegiatan yang membangun ketakwaan bukan sebaliknya menyebar fitnah.

"Gambar-gambar seperti ini tidak hanya 1,2,3 apa masih diteruskan cara-cara seperti ini? Apa basis masjid-masjid yang kita miliki membangun ketakwaan, akhlak, iman kita dan bukan justru menyodorkan gambar yang tadi seperti saya sampaikan," ungkap Presiden.

Presiden juga menegaskan agar energi masyarakat jangan sampai terbuang hanya untuk mengurus fitnah tapi harus difokuskan untuk membangun negara.

"Saya sampaikan kritik silahkan beri masukan, saya selalu terbuka tapi bedakan kritik dengan mencela, kritik dengan fitnah, kritik dengan memaki, itu berbeda, kritik itu berbasis data dan memberikan solusi," tegas Presiden.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)