logo rilis
Ada 90 Klaster Perkantoran di Jakarta yang Terpapar COVID-19
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
29 Juli 2020, 12:33 WIB
Ada 90 Klaster Perkantoran di Jakarta yang Terpapar COVID-19
Para karyawan mengenakan masker untuk mencegah penyebaran COVID-19. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Sebanyak 90 klaster perkantoran di DKI Jakarta ditemukan telah terpapar COVID-19 dengan total kasus positif mencapai 459 orang hingga Selasa (28/7/2020). 

Menurut Tim Pakar Satuan tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Dr Dewi Nur Aisyah, angka itu hampir 10 kali lipat daripada jumlah kasus yang terjadi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

"Ini kalau kita lihat angkanya hampir 10 kali lipat atau ada penambahan 416 kasus sebelum masa PSBB diterapkan yang hanya 43 kasus," kata Dewi di Jakarta, Rabu (29/7/2020). 

Dewi menjelaskan, ada dua kemungkinan penyebab peningkatan kasus tersebut. Pertama, menurutnya, kemungkinan di lingkungan perkantoran ada orang yang positif kemudian menularkan pada orang lain.

Orang yang positif tersebut, ujar Dewi, kemungkinan bisa juga telah terpapar selama di perjalanan menuju kantor misalnya di transportasi umum dan sebagainya.

"Kemudian bisa juga ia terpapar di lingkungan rumah," ujarnya.

Kemungkinan tertular di lingkungan perkantoran cukup tinggi apalagi sesama karyawan sudah saling berkumpul dan ditambah lagi ventilasi udara kurang bekerja dengan optimal sehingga siklus udara kurang bagus.

Jika melihat data yang dihimpun, maka klaster penyebaran kasus COVID-19 di perkantoran cukup beragam di antaranya kementerian, badan atau lembaga, kantor di lingkungan pemerintah daerah DKI Jakarta, kepolisian, BUMN dan swasta.

Berdasarkan data tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 menyarankan bagi perusahaan yang bisa menerapkan kerja dari rumah atau work from home sebaiknya diterapkan.

Jika tetap memaksakan untuk masuk atau datang ke kantor, dr Dewi menyarankan agar membatasi jumlah pekerja maksimal 50 persen.

"Kepadatan di kantor jadi terbatas. Yang kedua apabila tetap terpaksa masuk maka dibuat shift kerja dan dibedakan dua jam," ujarnya.

Tujuannya yaitu agar tidak terjadi penumpukan saat masuk kantor dan juga pada waktu karyawan makan siang.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID