logo rilis

Acara di Bali Hari Ini Menjadi Bukti Jokowi Lahir dari Rakyat
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
19 Oktober 2018, 11:35 WIB
Acara di Bali Hari Ini Menjadi Bukti Jokowi Lahir dari Rakyat
Presiden Jokowi beserta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur NTB TGB berdialog dengan warga. FOTO: Humas PUPR

RILIS.ID, Badung— Bukan menjadi hal menarik bila kedatangan Presiden mendapat sambutan meriah. Namun, cuma di era Joko Widodo lah seorang kepala negara bisa dekat dengan rakyat.

Buktinya adalah kedatangan Jokowi dalam pembukaan Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna ke-XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tahun 2018 di Kawasan Garuda Wisnu Kencana, Bali pada Jumat (19/10/2018) pagi.

Para kepala desa dan lurah se-Indonesia mengelu-elukan kedatangan Presiden. Mereka meneriakkan nama Jokowi berulang-ulang. Kompak.

Acara yang dijadwal berlangsung pukul 09.00 WITA, jadi mundur. Kenapa? Karena langkah Jokowi terhambat oleh para peserta yang berebut ingin bersalaman dan berfoto bersama.

"Pak Jokowi ini bisa memunculkan public civility atau kesantunan publik," kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah saat dikonfirmasi wartawan.

Sederhanannya, menurut dia, Jokowi berhasil membuat publik percaya dan menghilangkan gap antara negara dan rakyat. Mereka tertarik pada Jokowi bukan karena dia elite atau punya kepentingan. Ini muncul karena ketulasan Presiden ke rakyatnya.

"Karena, kebijakan Pak Jokowi ini populis yang menekankan pada aspek humanis," ungkapnya.

Lihat saja pas dolar yang naik, masyarakat tak bergejolak. Begitu juga kenaikan BBM kemarin. Mereka merasa percaya bahwa pemerintah punya solusi atas hal ini. Tercipta trust ke Jokowi.

"Ia (Jokowi) memberikan kesadaran ke masyarakat bahwa mengelola Indonesia itu harus bersama-sama," sambung Trubus.

Hal seperti ini yang pada akhirnya menimbulkan relasi antara negara dengan rakyat. Meskipun seorang kepala negara, Jokowi menjadi representasi masyarakatnya.

Ia juga melihat perilaku Jokowi yang selama ini dekat dengan masyarakat. Seperti duduk bersama dengan rakyat, lalu ikut turut ke sawah. Bahkan, kalau iring-iringannya melintas dianggap tak menyusahkan para pengguna jalan. Inilah yang berbeda.

"Makanya, banyak yang pengin berjabat tangan dengan Pak Jokowi, berfoto. Pak Jokowi pun tak menghalang-halanginya," ujar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, juga pernah bilang bahwa Jokowi adalah Presiden yang lahir dari kalangan rakyat.

"Sosok pemimpin dari rakyat biasa," kata Hasto dalam siaran persnya belum lama ini.

Jokowi juga lah yang memulai karir politiknya dari bawah. Mulai dari seorang wali kota, kemudian gubernur di Ibu Kota dan kini seorang kepala negara. Semua dilaluinya dengan prestasi.

Hadirnya Jokowi sebagai seorang pemimpin, membuka mata rakyat bahwa tak menutup kemungkinan seorang dari kalangan "biasa" dapat menjadi elite di negeri ini.

"Bahwa Jokowi adalah kita," pungkasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)