logo rilis

Zulkifli Hasan: Man Jadda Wajada!
Kontributor
RILIS.ID
13 Februari 2017, 16:15 WIB
Zulkifli Hasan: Man Jadda Wajada!

Zulkifli Hasan, lahir dari pasangan Hasan dan Siti Zaenab. Keluarganya memperoleh penghidupan dengan bertani. Masa kecilnya dililit himpitan ekonomi. Untuk membantu dapur keluarga, Zul kecil berjualan telur.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia dan ayahnya dari Desa Pisang, Penengahan merantau ke Tanjungkarang, ibu kota Bandar Lampung. Disana, ia didaftarkan di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN). Namun pada tahun keempat, Zul memilih berhenti tanpa sepengetahuan orang tuanya. Atas inisiatifnya sendiri, ia  mendaftarkan diri ke SMAN Tanjungkarang dan diterima. Hingga pada bulan keempat, ayahnya mengetahui perbuatannya dan memintanya berhenti dari sekolah.

Baca Juga

Zul berontak! Akhirnya, berbekal izin dan sedikit uang dari ibunya, Zul remaja memutuskan merantau ke Jakarta, tanpa kenalan dan sanak saudara. Ia menyambung hidup dengan berganti-ganti pekerjaan, dari tukang cuci taksi hingga menjual minuman. Sambil bekerja serabutan, Zul tak lupa dengan pendidikannya. Di Jakarta, ia bersekolah di SMA Negeri 53.

Setelah lulus SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi Univesitas Krisnadwipayana. Kuliahnya ia biayai sendiri dari hasil jualan panci door to door.

Sebelum meniti karir di dunia politik, Zul tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil. Namun ia kembali memutuskan berhenti dan fokus sebagai wiraswasta. “Saya teringat benar perkataan ayah saya untuk tidak terus menjadi follower (pengikut) tetapi harus berani menjadi pemimpin meskipun dari sesuatu yang kecil. Sejak itulah saya putuskan berhenti jadi PNS.  Meskipun dicibir teman-teman kalau saya sudah stress karena keluar dari PNS, tapi saya bertekad untuk jadi pemimpin, jadi saya acuhkan," kenangnya.

Usaha yang ia rintis pun satu persatu menuai hasil. Prestasi sebagai pengusaha inilah yang mengantarnya ke dunia politik.

Dr. H. Zulkifli Hasan, SE, MM, nama lengkapnya. Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional ini juga menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia MPR RI. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Pada masa jabatannya sebagai Menhut, ia dua kali menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa), yang pertama untuk bidang Administrasi Publik dari Sejong University, Seoul Korea, dan yang kedua untuk bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dari Universitas Negeri Semarang.

Dalam satu kesempatan, Bang Zul memotivasi siswa siswi SMA Kebangsaan, sekolah gratis yang didirikannya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Lampung. "Kalau saya yang semasa kecil hanya berbekal makan telur bisa jadi seperti ini, kalian yang makan ayam berarti harus bisa jadi presiden.”

Membaca bang Zul, yang terlintas seketika adalah pepatah arab “Man Jadda WaJada”. Barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil. Siapa yang menyangka, Zul kecil yang berjualan telur, atau Zul remaja yang menjadi tukang cuci mobil taksi kini ditampuk amanah ketua MPR RI?

Di tengah kesibukannya, Bang Zul senantiasa memberikan perhatian kepada keluarganya. Menurutnya, keharmonisan keluarga adalah prioritas utama. Farras Nugraha, anak ketiganya menyampaikan bahwa salah satu kebiasaan ayahnya di rumah adalah mengabsen kelengkapan anggota keluarga kemana pun ayahnya bertugas. Ia melihat sosok ayahnya sebagai pribadi yang tidak banyak bicara, melainkan langsung memberikan keteladanan.

Aisyah Inara

Sumber: Wikipedia


#Zulkifli Hasan
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)