logo rilis

Waduh, Lomba Makan Kerupuk hingga Swiss
Kontributor
Yayat R Cipasang
17 Agustus 2018, 20:03 WIB
Waduh, Lomba Makan Kerupuk hingga Swiss
Diaspora lomba makan kerupuk di Jenewa. FOTO: Kemenlu

RILIS.ID, Jakarta— Kesemarakan 17 Agustus 2018 sudah mulai digelar sejak tannggal 12 Agustus di Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB, WTO,dan organisasi internasional lainnya di Jenewa, Swiss. Acara yang dihadiri sekira 250 diaspora Indonesia itu digelar dengan tajuk Pesta Rakyat.

Seperti disitat dari situs Kemenlu, Jumat (17/8/2018), Wakil Tetap RI di Jenewa Duta Besar Hasan Kleib acara digelar untuk meneguhkan kembali identitas Indonesia dan mengingatkan kembali kekayaan budaya Tanah Air kepada diaspora Indonesia.

"Termasuk anak-anak dan generasi muda Indonesia yang lahir dan tumbuh besar di Swiss," ujar Hasan Kleib.

Untuk melengkapi nuansa Nusantara, disediakan stan berbagai hidangan kuliner asal Indonesia seperti sate, pempek, nasi padang, siomai, es teler, es dawet, pecel ayam, mie bakso, asinan sampai rempeyek. Di sudut lainnya hadir bazar aneka kerajinan khas di antaranya batik, kebaya dan pernak pernik.

Selain sebagai ajang bersilaturahmi, pada Pesta Rakyat ini juga hadir Warung Konsuler KBRI Bern dan tenda Panitia Pemilihan Luar Negeri. PPLN memberikan pelayanan kepada WNI untuk mengurus paspor dan dokumen kekonsuleran terkait, serta untuk melakukan pendataan calon pemilih pada Pemilu 2019.

Pesta Rakyat juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan khas masyarakat Indonesia untuk anak-anak, remaja maupun dewasa seperti makan kerupuk, balap karung dan tarik tambang, serta perlombaan tradisional yang di antaranya galasin dan demonstrasi pencak silat. Untuk lebih memeriahkan acara, diberikan pula hadiah door prize dari home staff PTRI Jenewa kepada masyarakat, termasuk local staff PTRI.

Hasan Kleib menekankan maksud dari penyelenggaraan perlombaan tradisional adalah untuk mengingatkan para WNI di Jenewa bahwa upaya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia perlu dilakukan oleh semua pihak di manapun berada. 

Diaspora Indonesia menyambut baik inisiatif PTRI Jenewa dan mengharapkan kerjasama antara PTRI dan WNI di Jenewa terus berlanjut.

“Ibarat pepatah, jauh di mata dekat di hati, Pesta Rakyat merupakan obat rindu pada Tanah Air, melepas kangen pada kuliner Indonesia, bersilaturahmi, juga berbagi kegembiraan bersama," ungkap Ketua Asosiasi Indonesia Jenewa (AIJ), Erwan Nasution.

Erwan hampir 20 tahun menjadi arsitek di Jenewa. Erwan menambahkan, karena banyak warga asing yang juga hadir, acara Pesta Rakyat bisa juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke masyarakat asing.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)