logo rilis

Utang Luar Negeri 2017 Capai US$352,2 Miliar
Kontributor

19 Februari 2018, 22:08 WIB
Utang Luar Negeri 2017 Capai US$352,2 Miliar
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia di akhir 2017 meningkat 10,1 persen (tahun ke tahun/yoy) dibanding akhir 2016, atau menjadi US$352,2 miliar.

Peningkatan ULN didorong dari kenaikan utang publik, yakni pemerintah dan bank sentral sebesar 14 persen (yoy), dari 2016 menjadi US$180,662 miliar, berdasarkan Statistik ULN Kuartal IV 2017 yang diumumkan Bank Indonesia di Jakata, Senin (19/2/2018).

Sementara ULN swasta, atau korporasi, baik bank maupun nonbank, hanya naik enam persen menjadi US$171,62 miliar.

Posisi ULN swasta pada akhir triwulan IV 2017 terutama dimiliki oleh sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta pertambangan.

Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,9 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pangsa pada triwulan sebelumnya sebesar 77,0 persen.

"Perkembangan ULN ini terjadi, sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif lainnya," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman.

Berdasarkan jangka waktu, ULN tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1 persen dari total ULN. Kendati demikian, dari sisi pertumbuhan, ULN jangka pendek tercatat tumbuh lebih kencang sebesar 20,7 persen (yoy).

Meski meningkat, Bank Sentral memandang perkembangan ULN pada akhir 2017 masih terkendali.

Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di akhir tahun lalu tercatat stabil di kisaran 34 persen. Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total ULN juga relatif stabil di kisaran 13 persen.

"Kedua rasio ULN tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara peers (negara dengan kemampuan ekonomi setara)," kata Agusman.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)