logo rilis
Usung Diplomasi Perdamaian, Jokowi: Tanggung Jawab Negara Muslim
Kontributor
Syahrain F.
12 Februari 2018, 13:03 WIB
berita
Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Deputi Pers Istana Bey Machmudin. FOTO: RILIS.ID/Syahrain F.

RILIS.ID, Jakarta— Dalam sambutannya pada acara di Kementerian Luar Negeri, Presiden RI Joko Widodo memberi penekanan pada narasi diplomasi kemanusiaan dan perdamaian yang akhir-akhir ini digaungkan Indonesia.

Menurutnya, kompas diplomasi itu telah banyak diapresiasi dunia.

"Selama tiga tahun terakhir, ada kunjungan kerja dan lainnya. Dalam waktu itu diplomasi kita dalam bidang perdamaian mendapatkan apresiasi dari pemimpin dunia," ucap Jokowi ketika membuka Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI (Raker Keppri) di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Jokowi menyontohkan, menurutnya, di tengah dinamika politik dan konflik di Timur Tengah, Indonesia mampu hadir dengan pendekatan diplomasi yang diterima oleh negara-negara yang saling bersitegang.

"Presiden Mahmoud Abbas misalnya, mengatakan Indonesia teman sejati Palestina. Afganistan juga menyampaikan kontribusi perdamaian disana. Dan Indonesia diterima baik Iran dan Saudi meskipun (keduanya) ada perbedaan pandangan," tutur Jokowi.

Selain diplomasi ke negara-negara di atas, kunjungan Jokowi beserta jajaran menteri ke kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh juga menjadi topik yang dia bahas. 

Meskipun kasus tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya masih jauh dari penyelesaian, namun, Jokowi cukup bangga ketika Indonesia dapat berkontribusi dalam salah satu permasalahan kemanusiaan terparah di era modern itu.

Jokowi menegaskan kembali dukungan Indonesia terhadap Palestina. Ia menyebut, upaya tersebut sejalan dengan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Kita juga terus membantu saudara di Palestina melawan ketidakadilan. Itu adalah tugas konstitusional yang harus dilaksananakan," tegasnya.

Di hadapan ratusan diplomat dan perwakilan RI di luar negeri, Jokowi menekankan pentingnya Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim memiliki perhatian terhadap dunia Islam.

Peran itu menurutnya dapat dijalankan dengan terus mendorong diplomasi perdamaian dan kemanusiaan.

"Makanya harus terus dilanjutkan untuk perdamaian. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar memiliki tanggungjawab besar bagi permasalahan global," ujar Presiden.

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)