logo rilis
Umbar Kebohongan Tentang Putin, Menlu Ini Mengundurkan Diri
Kontributor
Intan Nirmala Sari
14 Februari 2018, 06:36 WIB
Umbar Kebohongan Tentang Putin, Menlu Ini Mengundurkan Diri
FOTO: The Indian Express

RILIS.ID, Amsterdam— Menteri Luar Negeri Jerman Halbe Zijlstra pada Selasa mengundurkan diri setelah kebohongan soal Presiden Rusia Vladimir Putin. Zijlstra mengaku, ia mengarang cerita dirinya menghadiri pertemuan pada 2006, di mana di dalamnya Putin menguraikan strategi untuk membangun Rusia yang lebih luas.

Kebohongan itu, telah membuat malu pemerintahan koalisi pimpinan Perdana Menteri Mark Rutte serta semakin menyulitkan hubungan Jerman dengan Rusia.

Zijlstra, yang terlihat emosional ketika mendapat kesempatan tampil pada sidang parlemen membahas tindakannya mengatakan, ia telah memutuskan untuk menyampaikan pengunduran diri kepada raja, karena situasi yang terkait dengannya berisiko mengganggu tugas Kementerian Luar Negeri.

"Kita hidup di negara yang menjunjung tinggi kebenaran. Karena itu, saya melihat tidak ada pilihan lain selain mengundurkan diri," kata Zijlstra, yang hanya kurang dari dari empat bulan menjalankan jabatan sebagai menteri luar negeri.

"Kantor (kementerian luar negeri) harus bersih dari keraguan, baik di dalam maupun luar negeri," tambahnya.

Para anggota parlemen juga mencecar Rutte, yang sebelumnya membela Zijlstra walaupun ia sudah tahu sejak Januari, bahwa menterinya telah mengarang cerita soal Putin.

Penangangan kasus Zijlstra, merupakan cobaan berat pertama yang dihadapi koalisi Rutte sejak pemerintahannya mulai menjalankan tugas pada Oktober.

Zijlstra mengaku pada Senin (12/2) bahwa ia telah berbohong pada 2016, ketika mengatakan bahwa dirinya menghadiri suatu pertemuan yang mana, Putin dikabarkan berbicara soal rencana Rusia melakukan perluasan di kawasan. Padahal, ia sebenarnya tidak hadir dalam pertemuan tersebut, namun mendengar kabar soal pernyataan Putin dari orang lain.

Komentar-komentar Zijlstra, membuat partai-partai oposisi mendesaknya untuk mundur dan Kedutaan Rusia pada Selasa (13/2) membantah komentar sang menteri luar negeri sebagai "kabar palsu".
 

Sumber: ANTARA

Bagikan artikel
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)