logo rilis
Titiek Soeharto Sang Penyelamat Golkar?
Kontributor
Yayat R Cipasang
11 Desember 2017, 14:32 WIB
Titiek Soeharto Sang Penyelamat Golkar?
ILUSTRASI: Hafiz

MOMEN sangat menarik perhatian publik itu terjadi saat penutupan Musyawarah Nasional Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 4 Desember 2014. Ketika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mencium Siti Hediati alias Titiek Soeharto, mantan istrinya.

Kontan peristiwa cipika-cipiki itu membuat peserta Munas Golkar heboh. Prabowo mencium pipi kiri dan pipi kanan putri kedua Presiden Soeharto. Titiek pun hanya mesem-mesem yang tak menyangka mendapat reaksi peserta munas.

Baca Juga

Peristiwa itu juga menjadi momentum publikasi Titiek Soeharto di jagat politik nasional setelah digandeng Aburizal Bakrie dan lolos ke Senayan mewakili Daerah Pemilihan Yogyakarta pada Pemilu 2014.

Kariernya di DPR pun cukup moncer, sempat menjadi wakil ketua Komisi IV yang membidangi pertanian, kelautan dan kehutanan. Dan di DPP Partai Golkar kini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Pakar.

Atas kiprahnya itu, Titiek Soeharto pun dianggap layak untuk memimpin Partai Golkar menggantikan Setya Novanto yang tersandung megakorupsi KTP elektronik dan terus menggerus elektabilitas Partai Beringin.

Akbar Tandjung, sesepuh Golkar, mendukung adik kandung Siti Hardijanti Rukmana (Tutut) itu untuk maju bertarung sebagai ketua umum Partai Golkar. Ibu satu anak kelahiran Semarang, 14 April 1959 pantas bersanding dengan kandidat terkuat saat ini, Airlangga Hartarto.

Titiek Seharto pun rupanya gusar juga dengan sengkarut partai yang terus terancam karena konflik internal dan kasus korupsi. Dari sejumlah survei, elektabilitas Golkar terus melorot.

Mbak Tutut pun menginisiasi pertemuan sejumlah kader senior Golkar di Jalan Cendana No. 8, Menteng, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu. Akbar Tandjung sang mantan ketua umum Golkar termasuk yang diundang dan salah satu yang dibahas tentang pencalonan Titiek Soeharto.

Namun sampai saat ini, Titiek Soeharto belum gamblang maju sebagai ketua umum Partai Golkar. Ketika dimintai konfirmasi wartawan saat kunker di Bantul, Yogyakarta, Titiek Soeharto hanya meminta doa kepada para jurnalis yang mengerubunginya.

"Insyaallah,.... Mudah-mudahan," ujarnya singkat sambil mengatakan bahwa Airlangga bukan rivalnya. "Kok rival, kita temen satu kereta kok."

Titiek Soeharto adalah pengusaha. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini  sebelumnya dikenal sebagai komisaris PT Surya Citra Media (holding SCTV) dan PT Mekar Unggul Sari.

Titiek Soeharto juga aktif dalam kepengurusan olah raga dan sosial seperti Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia (Perpani),  Ketua Umum Yayasan Seni Rupa Indonesia (YSRI), Pembina Yayasan Supersemar dan Pembina Yayasan Purna Bhakti Pertiwi.

Akankah Titiek Soeharto mewarnai Partai Golkar dan menyelamatkannya dari keterpurukan akut? Kita tunggu kebangkitan Golkar dan mungkin saja sekaligus kebangkitan Cendana.

Bagikan artikel
Tags
#sosok
#titiek soeharto
#golkar
#munaslub
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)