logo rilis

Tak Hanya di MK, PSI Akan Tolak UU MD3 lewat Medsos
Kontributor

23 Februari 2018, 21:06 WIB
Tak Hanya di MK, PSI Akan Tolak UU MD3 lewat Medsos
Ilustrasi PSI. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany menegaskan, gugatan Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), tidak berhenti pada Mahkamah Konstitusi (MK). 

Menurutnya, masyarakat harus tunjukkan perlawanan yang lebih, bahkan bila diperlukan membuat gerakan sebanyak-banyaknya. Karena bagaimanapun juga, tambah dia, UU MD3 akan merenggut hak rakyat untuk kritis terhadap wakilnya di parlemen. 

“Saya pikir kita perlu menyuarakan, perlu bikin gerakan. Jadi jangan berhenti hanya di jalur MK saja,” kata Tsamara di Gedung MK, Jakarta, Jumat (23/2/2018). 

Untuk mengoptimalkannya, dia berujar, pihaknya akan menggunakan media sosial agar penolakan terhadap UU MD3 bisa mudah menyebar dan diketahui masyarakat luas.

“Mungkin di media sosial kita akan ajak banyak orang bikin vlog memberikan alasan kenapa UU MD3 ini harus dicabut,” sebut dia. 

Selain itu, ia juga mengkritisi sikap DPR yang enggan menerima masukan dari publik. Watak anggota DPR, kata dia, justru sering mengkritik lembaga lain seperti KPK yang disebut sebagai lembaga superbody

“Tapi mereka (DPR) membentuk satu undang-undang yang menunjukkan bahwa diri mereka lah yang super power. Kalau tidak mau dikritik sama rakyatnya jangan jadi wakil rakyat, keluar saja dari DPR," ujar dia.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)