logo rilis

Syarif Alwi Maruapey Berkisah tentang Lawatannya ke Markas Real Madrid
Kontributor
Yayat R Cipasang
29 Desember 2017, 20:04 WIB
Syarif Alwi Maruapey Berkisah tentang Lawatannya ke Markas Real Madrid
Dokter Timnas Indonesia, Syarif Alwi berfoto dengan latar belakang stadion Santiago Bernabeu, markas klub Real Madrid. F

LUAR BIASA! Itulah kalimat yang terlontar dari dokter Tim Nasional Indonesia, Syarif Alwi Maruapey, saat bertemu rilis.id di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2017) menceritakan pegalaman mengunjungi markas Real Madrid dan Timnas Spanyol. 

Syarif mengatakan, dirinya merupakan salah seorang yang beruntung bisa banyak belajar dari kunjungan kerjanya selama 12 hari di Spaypl. Berkat nama besar Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, Syarif bukan saja bisa menembus dapur klub raksasa Eropa itu, akan tetapi menjadi tamu spesial saat latihan terakhir jelang el clasico Real Madrid melawan Barcelona. 

Baca Juga

Bukan hanya itu, dokter Syarif juga bisa berdiskusi dengan dokter tim klub Real Madrid dan berkunjung ke fasilitas kesehatan yang sangat lengkap dan canggih, serta makan siang bersama dengan Pelatih Timnas Spanyol. 

Kepada rilis.id, Syarif menceritakan dengan penuh semangat pengalaman yang diperolehnya setelah dua pekan menginjakkan kaki di negeri matador tersebut.

Seperti apa kesan pertama melihat klub raksasa Real Madrid dan Timnas Spanyol?

Luar biasa. Semuanya sudah tertata rapih dengan infrastruktur dan sarana yang serba modern. Real Madrid sudah memiliki fasilitas peralatan medis yang luar biasa. Di kawasan tempat latihan, selain lapangan bagus terdapat laboratorium yang telah dilengkapi alat MRI yang canggih. Mungkin kalau dibandingkan alat yang dimiliki Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta itu lebih bagus sedikit yang di sana. Memang, infrastruktur dan sarana pendukung di sana jauh lebih maju.

Apa yang bisa diterapkan di Indonesia dari kunjungan ke Spanyol? 

Banyak hal yang bisa diterapkan di tanah air untuk memajukan sepak bola. Misalnya, dari sisi tim medis, ada hal menarik yang dilakukan oleh klub Real Madrid setiap hari sebelum menjalani latihan. Yakni pelatih dan jajaran official, termasuk tim medis dan masseur melakukan meeting selama 15 menit sebelum latihan. 

Apa yang dibahas dalam rapat singkat tersebut? 

Salah satunya adalah tim dokter melaporkan catatan medis setiap pemain kepada tim pelatih. Catatan ini yang menjadi pedoman pelatih dalam menjalankan rutinitas latihan.  Dalam catatan itu, tim medis membagi tiga bagian warna berbeda terkait penilaian fisik pemain yakni, hijau, kuning dan merah. 

Warna hijau berarti pemain tersebut siap diturunkan kapan saja, sedangkan kuning pertanda sang pemain membutuhkan penanganan khusus untuk bisa sampai pada kondisi ideal. Dan warna merah itu pertanda pemain butuh perlakukan khusus alias tidak bisa dimainkan. 

Bagi pemain yang mendapatkan penilian kuning dan merah, maka mereka akan menjalankan latihan terpisah dengan tim. Porsi latihan bagi pemain berwarna kuning dan merah ini tentu saja berbeda karena sedang mendapatkan penanganan khusus sampai kondisinya kembali ideal. 

Selain tiga penilaian itu, apalagi yang dilakukan tim medis di sana? 

Kewenangan tim medis dalam sebuah tim di sana sangat jelas. Tugas pokok dan kewajiban yang dilakukan tim medis bukan formalitas, akan tetapi memang seluruhnya menjadi tangung jawab. Misalnya, dokter klub Real Madrid, dokter Niko MIHIC, mengatakan, bobot tubuh pemain menjadi tanggung jawab dokter tim. Jika kedapatan pemain kelebihan timbangan, maka dokter tim yang pertama kali diminta pertanggungjawaban. Dengan aturan tersebut, dokter tim memiliki kewenangan untuk melakukan pengecekan kesehatan pemain kapan pun, tanpa harus meminta izin kepada pelatih.

Adakah tugas lain dari dokter tim? 

Dokter tim di klub harus memberikan laporan terhadap pemainnya kepada federasi. Selain itu, para pemain wajib menjalankan medical check-up rutin dua kali dalam setahun. Laporan perkembangan kesehatan pemain ini menjadi pijakan federasi dalam membentuk timnas. 

Di luar kerja tim medis, bagaimana kesan Ada soal Stadion Santiago Bernabeu?

Nyaman betul. Untuk bisa masuk hingga duduk di bangku penonton itu harus melewati pemeriksaan berlapis dan sangat ketat. Setidaknya empat lapis penjagaan yang harus dilewati setiap penonton. Mulai dari pemeriksaan karcis dengan mesin tembak otomatis hingga seluruh pakaian diperiksa. Namun di balik ketatnya pemeriksaan tidak ada istilah penonton yang telah memiliki karcis itu tidak kebagian tempat duduk. Petugas keamanan memastikan setiap penonton duduk di kursi sesuai yang tertera pada karcis. 

Tanpa menunggu pertanyaan rilis.id, dokter Syarif menceritakan pengalaman menarik terkait dengan ketatnya pengamanan di stadion Bernabeu. Saat itu, dokter Syarif datang bersama Luis Milla untuk menyaksikan latihan. Petugas keamanan yang menjaga pintu masuk itu mengenali wajah Luis Milla. 

Meskipun begitu, sang penjaga keamanan tidak begitu saja membuka kan pintu masuk kepada Luis Milla sebelum mendapatkan kode dari pimpinannya. Setelah Luis Milla menelepon salah satu petinggi klub, kabar dari dalam pun sampai ke telinga petugas keamanan. "Mohon maaf, silakan masuk," ujar dokter Syarif mengulang permintaan maaf penjaga pintu stadion kepada Luis Milla.


#Syarif Alwi Maruapey
#timnas indonesia
#luis milla
#
#real madrid
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)