logo rilis
Soal Sarden Bercacing, Industri Minta Klarifikasi Pemerintah
Kontributor
Ainul Ghurri
31 Maret 2018, 21:25 WIB
Soal Sarden Bercacing, Industri Minta Klarifikasi Pemerintah
Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI) menggelar konferensi pers terkait sarden ikan yang mengandung cacing hidup. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Asosiasi Pengusaha Pengalengan Ikan Indonesia (APIKI), Ady Surya, meminta pemerintah melakukan klarifikasi kepada masyarakat dan para pengusaha pengalengan ikan Indonesia atas maraknya pemberitaan ikan sarden yang mengandung cacing.

"Industri juga harus selamatkan. Kami berharap pemerintah menjelaskan, duduk masalahnya secara clear kepasa masyarakat, supaya tidak liar," ujar Ady di Pluit, Jakarta Utara, Sabtu (31/3/2018).

Ady menyayangkan, langkah BPOM yang tidak memedulikan dampak terhadap dunia usaha. Menurutnya, APIKI telah menerapkan standar keamanan konsumsi yang tinggi dalam pengolahan ikan kaleng. 

Sementara itu, Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Purwiyatno Hariyadi, menambahkan, tindak pencegahan harusnya dilakukan secara bijak dengan tidak menarik semua produk ikan makarel kaleng di pasaran. 

Menurutnya, penarikan cukup pada batch tertentu saja yang diduga teridentifikasi parasit cacing.

"Setiap pengolahan ada batch (semacam nomor produksi) diketahui kapan tanggal dan masanya saat ikan tersebut diolah. Dicari saja nomernya, lalu itu yang ditarik dan ditelusuri, sehingga tidak perlu semuanya seperti ini," pungkas Hariyadi.

Sebelumnya, BPOM menyatakan, ada 27 Ikan makarel kemasan kaleng yang positif mengandung parasit cacing. Berdasarkan hasil pengujian oleh BPOM, produk yang mengandung parasit cacing terdapat pada produk jadi dan bahan baku impor.

BPOM memerintahkan, sementara waktu 16 merek produk jadi ikan kemasan kaleng impor dilarang masuk ke Indonesia, dan 11 merek produk dalam negeri proses produksinya harus dihentikan. Hal ini berlangsung sampai audit komprehensif selesai.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID