logo rilis
Soal Adu Domba Tokoh via Video, Komunikonten Minta Pengguna YouTube Ditertibkan
Kontributor
Elvi R
14 Februari 2018, 14:22 WIB
Soal Adu Domba Tokoh via Video, Komunikonten Minta Pengguna YouTube Ditertibkan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Depok— Pengamat media sosial sekaligus Direktur Eksekutif Institut Media Sosial dan Diplomasi atau Komunikonten Hariqo Wibawa Satria meminta pemerintah bisa menertibkan pengguna media sosial YouTube  yang menggunakan judul provokatif, bahkan mengadu domba tokoh.

"Beberapa pengguna YouTube menggunakan judul provokatif bahkan mengadu domba tokoh, harapannya pengikut, penggemar dari tokoh tersebut menonton videonya sehingga pelanggan dan penonton akun YouTube-nya bertambah. Mereka tidak peduli dengan dengan caci maki warganet di kolom komentar YouTube. Padahal caci maki itu timbul karena kesalahpahaman dari video yang diunggah oleh oknum pengguna YouTube tersebut. Mereka tidak sadar caci maki tersebut bisa melahirkan dendam yang berujung kebencian bahkan perkelahian hingga perpecahan”, ujar Hariqo Wibawa Satria di Depok, Rabu (14/02/2018).

Hariqo menilai, judul yang provokatif akan menimbulkan masalah kemudian, bahkan membenturkan antarumat beragama. Dalam konteks ini, lanjutnya, ada dua tipikal pengguna YouTube, pertama individu, komunitas maupun organisasi yang memproduksi video kemudian menggunggahnya dengan judul sesuai isinya. Kedua, pengguna yang mengambil video karya orang atau pihak lain, kemudian dengan beberapa modifikasi mengunggahnya dengan judul-judul yang mengadu domba.

"Judul-judul yang mengadu domba antar tokoh di youtube umumnya dilakukan oleh akun-akun YouTube pribadi atau anonim bukan oleh akun YouTube organisasi atau komunitas," katanya.
 
Menurutnya, sebenarnya mengunggah video dua tokoh dengan pendapat yang berbeda sah-sah saja, selama tidak dibumbui dengan hal-hal yang provokatif. "Pengguna dapat menggunakan judul, misalnya 'Ini Pendapat A dan B tentang Isu C'," ucapnya.

Oleh karenanya, Hariqo meminta agar aparat terkait menindak pelaku adu domba tokoh di media sosial dengan video-video editan yang provokatif. Terlebih, menjelang Pilkada serentak 2018 karena tingkat kesabaran para pendukung tokoh berbeda-beda. Sebab penegakan hukum juga bagian dari literasi digital. 
 
“Kita tidak bisa berharap banyak pada pihak YouTube, karena teknologi mereka tak mampu cepat mendeteksi ini, YouTube juga mengandalkan laporan penggunanya. Sedangkan banyak pengguna YouTube juga tidak mengerti cara melaporkan video yang berpotensi menyulut kerusuhan. Sebaiknya kerja sama pemerintah atau organisasi pegiat literasi dengan YouTube juga lebih konkret, maksudnya kita bisa menaruh orang-orang independen di kantor YouTube yang bertugas menghapus konten-konten yang mengancam persatuan nasional. Apakah YouTube peduli dengan masa depan bangsa Indonesia?, kita harus buktikan dengan kerjasama nyata”, ujar Hariqo Wibawa.

Sebelumya, peringatan untuk oknum youtuber yang gemar membuat judul adu domba disampaikan oleh Budayawan Emha Ainun Najib. Dalam video yang diunggah akun Instagram @coko_tomo, Emha Ainun Najib mengatakan, agar generasi muda memiliki pekerjaan yang lebih baik dari pada melakukan adu domba melalui media sosial.
 
“Anak-anak ini tak doain supaya mudah-mudahan mendapatkan pekerjaan yang lebih halal. Daripada mengadu domba saya dan siapapun, daripada datang ke maiyyah, ngincar-ngincar, ngerekam, terus malamnya langsung upload, dipotong-potong sesuai dengan seleranya yang penting ada like, subscribe, dapat duit, kan gitu kan. Ya sudahlah tak doain anda mendapat pekerjaan yang lebih bermanfaat untuk diri anda” ucapnya dalam akun Instagram @coko_tomo.
 

Bagikan artikel
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)