logo rilis
Sekilas tentang Pidi Baiq, Sosok di Balik Dilan 1990
Kontributor
Ning Triasih
05 Februari 2018, 19:21 WIB
Sekilas tentang Pidi Baiq, Sosok di Balik Dilan 1990
Pidi Baiq. FOTO: Screenshot Instagram/@powerfm892

RILIS.ID, Jakarta— Hatimu milikmu, kamu tuannya, mau merasa senang atau tidak, kamulah yang menentukan. Kalimat itu adalah sepenggal dari sekian banyak celotehan penuh makna Pidi Baiq, sosok di balik film Dilan yang tengah laris manis di pasaran.

Lahirnya di Bandung, 8 Agustus 1972. Pidi Baiq merupakan seniman multitalenta. Selain dikenal sebagai penulis novel dan buku, ia adalah dosen, ilustrator, komikus sekaligus musisi dan pencipta lagu.

Sebenarnya, bukan lewat Dilan namanya dikenal pertama kali. Ia lebih dulu jadi perhatian melalui grup band Thepanasdalam yang berdiri pada 1995. 

Namanya pun kian melambung tinggi dan dikenal publik khususnya penggemar karya sastra bergenre humor melalui Dilan: Dia Dilanku Tahun 1990 terbitan 2014, Dilan: Dia Dilanku Tahun 1991 (2015) dan Milea: Suara dari Dilan (2016).

Dari ketiga buku serial Dilan, "Dilan 1990" kemudian diangkat ke layar lebar dan langsung jadi bahan perbincangan. 

Semua orang mulai dari anak-anak hingga emak-emak maupun bapak-bapak, tak luput membicarakan film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla ini.

Selain ketiga karya di atas, Pidi Baiq juga memiliki karya-karya novel yang lain, seperti Drunken Monster (2008), Drunken Molen (2008), Drunken Mama (2009), Drunken Marmut (2009) dan masih banyak lagi.

Siapa sangka, kesuksesan Pidi di dunia sastra dan menulis rupanya berangkat dari keterpaksaan.

Pidi mengungkapkan, tumbuh sebagai anak muda di awal era 90-an, tak banyak alternatif hiburan seperti saat ini yang apa-apa sudah serba canggih.

Faktor inilah yang membuat Pidi menjadikan buku sastra milik ibunya yang saat itu berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia sebagai sarana hiburan. Ia kemudian rajin membacai karya WS Rendra dan Sutan Takdir Alisyahbana.

Benar saja, jiwa sastranya tumbuh. Ia pun pelan-pelan mulai suka menulis dan mengarang hingga jadilah seniman yang kini dielu-elukan.

Berkat kepiawaiannya dalam menulis karya sastra, dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menerima penghargaan dari IKAPI Award kategori Writer of The Year pada 2017.


500
komentar (0)