logo rilis

Saran Kiai Maruf Amin soal Perayaan Valentine
Kontributor

13 Februari 2018, 19:33 WIB
 Saran Kiai Maruf Amin soal Perayaan Valentine
KH Ma'ruf Amin. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menyarankan pelarangan perayaan hari Valentine jika memicu ketidakbaikan terutama dari sisi moralitas.

"Jika Valentine itu membawa ketidakbaikan, kerusuhan, melanggar moralitas, pergaulan bebas memang sebaiknya dilarang kalau itu," kata Kiai Ma'ruf di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Menjelang hari Valentine pada 14 Februari, besok, sejumlah kepala daerah di Indonesia melarang perayaan yang disebut sebagai hari kasih sayang itu. Atas fenomena itu, Maruf mengatakan, kepala daerah terkait dipastikan memiliki pertimbangan khusus sehingga mengeluarkan kebijakan tersebut.

Pertimbangan para kepala daerah itu, tuturnya, seperti adanya kerawanan, seks bebas, pesta minuman keras atau hal-hal lainnya.

"Wali kota dan bupati dia melihat kerawanan enggak. Kalau ada kerawanan, larang itu lebih bagus," ucap Rais Aam PBNU Ini.

Diberitakan, terdapat daerah yang melarang perayaan Valentine seperti di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pemerintah setempat siap menerjunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berpatroli mencegah dan mengantisipasi perayaan Valentine.

Larangan perayaan itu berlaku di tempat-tempat umum dan lingkungan sekolah. Sementara perayaan di kafe dan hotel diperbolehkan karena menjadi bagian dari pendapatan pengusaha. Larangan tersebut juga sudah disosialisasikan ke berbagai kalangan masyarakat.

Editor:

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)