logo rilis

Sampah Plastik Cemari Ekosistem Laut
Kontributor
Kurnia Syahdan
24 Februari 2018, 15:36 WIB
Sampah Plastik Cemari Ekosistem Laut
membersihkan sampah plastik di sekitar pantai. FOTO: Twitter.com/@karyaulfa

RILIS.ID, Bali— Deputi IV Bidang Koordinator SDM, Iptek dan Kebudayaan Maritim dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Safri Burhanudin meminta masyarakat Bali untuk tidak membuang sampah plastik ke laut, karena bisa merusak ekosistem biota laut.

"Gerakan utama kami, bagaimana sampah yang ada di darat ini tidak sampai ke laut, karena apabila sudah sampai di lautan lepas, maka akan mengakibatkan dampak yang besar terhadap biota laut di perairan Indonesia," katanya usai kampanye Satu Pulau Satu Suara untuk menghentikan pencemaran sampah plastik, di Kuta, Bali, Sabtu (24/2/2018).

Ia mengatakan, sebagian besar ikan yang berada di laut sudah mulai memakan plastik yang berukuran mikro dan jika ini dimakan manusia, maka akan terjadi perubahan gen pada tubuh manusia. 

"Sampah, jika sudah berada di laut, maka akan sulit untuk dibersihkan dan sangat berdampak pada ekositem biota lain. Saya contohkan ada jenis ikan selakan atau ikan purba yang hidup di perairan laut dalam di Teluk Manado ditemukan memakan plastik," katanya.

Artinya ikan yang hidup di kedalaman 200 meter dari permukaan laut saja sudah tercemar dengan memakan sampah plastik, sehingga begitu parahnya pencemaran laut di Indonesia saat ini. 

"Kami mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai," katanya.

Oleh karenanya, pihaknya mendorong masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena nantinya bermuara ke laut, yang nantinya dapat mencemari ekosistem yang ada di peraiaran pantai yang ada di Indonesia.

"Jadi kalau kita menemukan sampah di pesisir pantai agar segera dipungut, jangan sampai kembali ke laut. Untuk biaya membersihakan perairan laut yang telah tercemar sampah plastik sangat tinggi dibandingkan biaya membersihkan sampah plastik yang ada di darat. Bisa sampai 100 kali lipat," katanya.

Untuk itu, pihaknya juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan membantu mengawasi.

"Semakin sering masyarakat mengadakan aksi nyata bersih sampah plastik, maka semakin bagus. Artinya dengan dukungan dan melibatkan masyarakat untuk kegiatan bersih-bersih sampah plastik, Bali ke depannya akan asri," katanya.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)