logo rilis
Pilgub NTB, Ini Janji TGH Ahyar untuk Wong Cilik di NTB
Kontributor

18 Februari 2018, 22:34 WIB
Pilgub NTB, Ini Janji TGH Ahyar untuk Wong Cilik di NTB

MATARAM - Geliat pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa tahun terakhir bisa dibilang berjalan dengan cepat dan mendorong sektor perekonomian secara umum. 

Hanya saja, roti akselerasi pertumbuhan ekonomi yang cepat itu, belum bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di NTB yang terdiri dari pulau Lombok dan Sumbawa. Akibatnya, prosentase angka kemiskinan di NTB masih tinggi, dan genie ratio memperlihatkan kesenjangan ekonomi yang semakin tebal dan berjarak.

"Tingkat pertumbuhan ekonomi kita (NTB) tinggi, tapi genie ratio juga tinggi. Itu artinya ada masalah kesenjangan. Nah solusinya bagaimana?, kita harus beri perhatian khusus bagi masyarakat kecil, masyarakat petani kita," kata Calon Gubernur NTB, TGH Ahyar Abduh, Minggu (18/2), usai deklarasi aktivis pendukung Ahyar-Mori, di Mataram.

Ahyar memaparkan, masyarakat NTB sebagian besar masih bergantung pada sektor pertanian. Sehingga pertumbuhan ekonomi sejatinya justru harus didorong dari sektor pertanian itu sendiri. Hal ini menjadi penting, agar pertumbuhan ekonomi di NTB bisa benar-benar dirasakan masyarakat petani, sekaligus menekan jarak genie ratio di daerah ini.

"Kita tahu masih ada persoalan infrastruktur pertanian, aliran irigasi perlu diperbaiki sehingga lahan-lahan pertanian bisa terairi dengan maksimal. Masalah persoalan Saprodi misalnya, kalau harga pupuk tinggi maka pemerintah harus segera intervensi dan sikapi. Jadi intinya itu, pemerintah harus benar-benar hadir dan memberikan solusi," katanya.

Selain masalah kesenjangan ekonomi, Ahyar menilai beberapa hal yang harus juga menjadi priorotas adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM), meliputi ketersediaan layanan pendidikan dan kesehatan.

"Dengan begitu IPM bisa kita tingkatkan. Isu kemiskiinan juga, sangat perlu kita perjuangkan dan proritaskan sehingga ke depan angkanya bisa kita tekan, termasuk membuka lapangan pekerjaan untuk menekan jumlah pengangguran," tukasnya.

Sebagai Cagub NTB, TGH Ahyar Abduh yang didampingi Cawagub Mori Hanafi menyatakan, pasangan Ahyar-Mori akan memprioritaskan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat di Nusa Tenggara Barat ini ke depan.

Terkait dukungan ratusan tokoh aktivis lintas NTB untuk Ahyar Mori, ia mengatakan, deklarasi dukungan itu menunjukan adanya kesamaan tujuan dan gagasan antara para aktivis dengan apa yang menjadi visi misi Ahyar Mori.

"Bagi saya deklarasi ini satu hal yang maknanya sangat penting dan strategis. Ada idealisme bersama antara tokoh-tokoh aktivis dengan apa yang kami akan lakukan nanti, sebagaimana dalam visi misi dan program kami. Yakni mencari solusi bagi masyarakat kita yang sampai saat ini saya meihat masih mengalami persoalan pada pelayanan dasar," kata Ahyar.

Ia berharap dengan dukungan para aktivis yang bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, maka ikhtiar bersama mensosialisasikan visi misi dan program Ahyar Mori, bisa lebih berdampak.

"Sehingga masyarakat mengetahui dengan jelas ke arah mana pasangan Ahyar Mori akan membawa NTB ini menjadi Provinsi dengan masyarakat yang lebih baik lagi," katanya.

Sebelumnya, ratusan aktivis lintas Provinsi NTB, mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan calon Wagub NTB, TGH Ahyar Abduh dan Mori Hanafi, Minggu (18/2) di De La Sirra Cafe, Mataram, NTB.

Para aktivis menilai sosok TGH Ahyar Abduh dan Mori Hanafi merupakan sosok yang sudah teruji dan memiliki semangat keberpihakan yang sama dengan para aktivis yang menjunjung tinggi perhatian dan keberpihakan pada masyarakat "wong cilik" di NTB ini.

Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB, TGH Ahyar Abduh dan Mori Hanafi merupakan paslon dengan nomor urut 2, dari empat paslon kandidat dalam Pilgub NTB tahun ini.

TGH Ahyar Abduh merupakan Walikota Mataram dua periode, dan Mori Hanafi sebelumnya menjabat Wakil Ketua di DPRD NTB. Pasangan Ahyar-Mori, maju dalam kontestasi Pilgub NTB diusung gabungan Partai Politik seperti Partai Gerindra, PDI-P, PAN, PBB, PPP dan Hanura. 
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)