logo rilis
Pertumbuhan Ekonomi Tak Sejalan dengan Penyerapan Lapangan Kerja
Kontributor
Ainul Ghurri
15 Februari 2018, 03:03 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Tak Sejalan dengan Penyerapan Lapangan Kerja
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Ekonomi yang juga politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo menilai, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017 masih minim dalam ciptakan lapangan kerja. Sebagaimana diketahui, tahun lalu ekonomi tumbuh 5,07 persen di bawah target pemerintah yakni 5,2 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita masih stagnan, tapi bukan hanya itu yang perlu diperbaiki pemerintah, kemampuan ekonomi menciptakan lapangan kerja juga masih lemah," katanya saat diskusi Ekonomi Indonesia di Tahun Politik di Kantor DPP PAN Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Drajad menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2004-2015, level tertinggi pertumbuhan penyerapan pekerja yakni 3,55 juta jiwa pada 2012. Sedangkan periode 2014-2016, angkanya turun menjadi 1,4-2 juta. Namun pada 2017, angka tersebut kembali naik 3,25 juta pekerja. 

Menurutnya, pertumbuhan sebesar itu, mengundang pertanyaan. Masalahnya, kata Drajad, pekerjaan seperti tukang cukur, pembantu rumah tangga, dan kaki lima, bukan penopang pencipta lapangan kerja.

"Karena dilihat secara sektoral, tambahan terbesar lagi-lagi diperoleh dari sektor jasa kemasyarakatan, sosial, dan perorangan. Itu jumlahnya 1,09 pekerja baru. Ini jelas bukan sektor yang seharusnya menjadi penopang lapangan pekerjaan," terangnya.

Ia menyebutkan, besarnya angka penciptaan lapangan kerja dari sektor industri dan perdagangan, belum sesuai dengan situasi di lapangan saat ini. "Jadi memang, kemampuan penciptaan lapangan kerja masih di bawah normal. Ini perlu diperbaiki segera," tandasnya.

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)