logo rilis
Penyaluran Kredit PT BTN Tumbuh 21,01 Persen
Kontributor
Nailin In Saroh
13 Februari 2018, 16:24 WIB
berita
Direktur Utama Bank BTN Maryono bersama jajaran direksi. FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh

RILIS.ID, Jakarta— PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melaporkan penyaluran kredit tumbuh 21,01 persen secara tahunan (yoy) dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya. Tercatat pada 2016 Rp164,44 triliun naik menjadi Rp198,99 triliun di 2017.

Pertumbuhan kredit tersebut, berada di atas rata-rata industri perbankan nasional. Per Desember 2017, kredit perbankan nasional hanya tumbuh di level 8,2 persen (yoy).

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, kredit perumahan masih mendominasi komposisi penyaluran kredit BTN sepanjang 2017. Persentasenya adalah mencapai 90,07 persen dari total penyaluran kredit perseroan.

"Per Desember 2017, kredit perumahan yang disalurkan BTN pun naik 21,14 persen (yoy) menjadi Rp179,22 triliun. Pada periode yang sama tahun lalu, perseroan menyalurkan kredit perumahan sebesar Rp147,94 triliun," ujar Maryono dalam konferensi pers di Menara BTN, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Di segmen kredit perumahan, kredit pemilikan rumah (KPR) BTN juga tercatat tumbuh 23,26 persen (yoy) dari Rp117,3 triliun per akhir 2016 menjadi Rp 44,58 triliun pada 2017.

Dengan penyaluran tersebut, maka BTN masih menguasai pasar KPR dengan pangsa pasar mencapai 36,3 persen.

Adapun di segmen KPR subsidi, BTN pun memimpin dengan pangsa pasar mencapai 95,42 persen. Data Bank Indonesia (BI) menyebut, pertumbuhan KPR dan KPA industri perbankan nasional mencapai 11,4 persen (yoy).

Maryono mengungkapkan, KPR subsidi mencatat laju pertumbuhan tertinggi, yakni 32,45 persen (yoy) dari Rp56,83 triliun pada 2016 menjadi Rp75,27 triliun pada 2017.

Sementara, KPR nonsubsidi juga tercatat tumbuh 14,62 persen (yoy) menjadi Rp69,3 triliun pada akhir 2017 dari Rp60,46 triliun pada akhir 2016.

Kredit konstruksi yang disalurkan BTN juga tumbuh 18,98 persen (yoy) dari Rp21,92 triliun pada akhir 2016 menjadi Rp26,08 triliun pada 2017. Adapun kredit non-perumahan BTN juga tercatat tumbuh 19,78 persen (yoy) dari Rp16,49 triliun pada 2016 menjadi Rp 19,76 triliun pada 2017.

"Kenaikan ditopang peningkatan kredit konsumer sebesar 1,59 persen (yoy) menjadi Rp4,81 triliun dan kredit konsumer sebesar 27,12 persen (yoy) menjadi Rp14,95 triliun pada akhir 2017," ungkap Maryono.

Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BTN pada 2017 tercatat sebesar 2,66 persen (gross) dan 1,66 persen (nett). Angka tersebut turun dibandingkan 2,84 persen (gross) dan 1,85 persen (nett) pada tahun sebelumnya.

Editor: Elvi R

Bagikan artikel
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)