logo rilis
Penolakan Ustaz Somad Bagian dari Islamophobia Hongkong
Kontributor
Elvi R
24 Desember 2017, 20:49 WIB
Penolakan Ustaz Somad Bagian dari Islamophobia Hongkong
FOTO: Youtube.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi menyesalkan peristiwa penolakan yang menimpa ustaz Abdul Somad oleh otoritas pemerintah Hongkong yang terjadi Sabtu (23/12/2017) kemarin.

Menurut dia penolakan pada guru agama tersebut dipicu oleh Islamophobia yang dialami Hongkong. Pihak negara tersebut mengaitkan tulisan Arab dengan terorisme. 

"Padahal ustaz Somad ke Hongkong dalam rangka berdakwah di harapan pekerja migran di sana," ujar Arwani dalam siaran pers yang diterima rilis.id, Minggu (24/12/2017).

Arwani menyebut, DPR langsung berkomunikasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Indonesia di Hongkong. Konjen RI di Hongkong menyatakan mengetahui aktifitas yang akan dilakukan ustaz Somad, yakni pengajian yang digelar di salah satu masjid di Hongkong. Acara tersebut telah mendapatkan izin dari Konjen RI.

"Acara pengajian Ustaz Somad telah diberitahukan kepada Konjen dan telah mendapat izin untuk dilaksanakan di salah satu masjid di Hongkong. Soal penolakan Ustaz Somad, menurut informasi pihak Konjen,  merupakan murni otoritas pemerintah setempat," jelasnya.

Terkait insiden pemulangan paksa ini, Arwan mengatakan DPR RI mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk berkomunikasi dengan pihak pemerintah Hongkong. Kemenlu melalui otoritas pemerintah RI di Hongkong harus meminta klarifikasi dari negara tersebut.

"Prinsipnya,  tidak boleh siapapun diperlakukan seperti penjahat atau teroris hanya lantaran simbol agama baik berupa nama,  kartu identitas dan sejenisnya. Klarifikasi ini penting sebagai pesan kepada negara lain tentang komitmen RI memberi perlindungan terhadap WNI di luar negeri," tukas Wakil Ketua Umum DPP PPP itu.

Sebelumnya, diketahui bahwa ustaz Somad dicurigai sebagai teroris dan ditolak kedatangannya di Hongkong. Kantor imigrasi setempat pun melakukan deportasi atau pemulangan paksa ustadz Somad pada Sabtu (23/12/2017).

Ustaz Somad menjelaskan, kedatangannnya ke Hongkong dalam rangka memenuhi undangan pengajian yang diadakan salah satu majelis. Namun, setibanya di Bandara Hongkong ia dihadang beberapa orang petugas. Selepas mengajukan beberapa pertanyaan kemudian ustaz Somad diantarkan kembali ke pesawat yang menuju Indonesia.


#Ustadz Somad
#Persekusi
#Deportasi
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)