logo rilis
Penghayat Kepercayaan Bisa Dikucilkan Lagi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 Februari 2018, 19:47 WIB
Penghayat Kepercayaan Bisa Dikucilkan Lagi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti Setara Institute, Halili mengatakan, para penghayat kepercayaan akan dikucilkan masyarakat yang mayoritas bila rencana dua model KTP elektronik diberlakukan.

"Pembedaan itu pasti melahirkan eksklusi, pengucilan, atau mininal keheranan dari masyarakat mayoritas," kata Halili kepada rilis.id, Rabu (14/2/2018).

Halili menilai, mestinya Kemendagri tak perlu repot-repot untuk membuat dua model KTP elektronik. Karena menurutnya, para penghayat kepercayaan memang seharusnya ditulis dalam kolom yang sama dengan masyarakat lainnya.

"Mereka kan warga negara juga, jangan ada diskriminasi," tegasnya.

Dengan membuat KTP yang berbeda, sebut Halili, maka penghayat kepercayaan akan mendapatkan diskriminasi yang berlapis-lapis. Sehingga menurutnya, mereka akan menjadi warga yang berbeda di masyarakat.

"Itu juga diskriminasi. Jadi diskriminasi atas mereka berlapis-lapis," ujar dia.

Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh, membantah apabila rencana itu merupakan bentuk diskriminasi dari pemerintah. Justru menurutnya, rencana itu merupakan bentuk perhatian dari pemerintah terhadap para penganut atau penghayat kepercayaan tersebut.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)