logo rilis
Pengamat Kritik Kinerja Jokowi di Bidang Pertanian
Kontributor
Afid Baroroh
13 Februari 2018, 13:53 WIB
berita
Presiden Jokowi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pengamat Politik dari Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap mengkritik kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak sesuai harapan. Menurutnya, Jokowi harus membenahi di bidang pertanian. 

“Salah satu bidang dapat dijadikan sasaran yakni pertanian termasuk pangan,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada rilis.id, di Jakarta, Selasa (13/2/2018). 

Mantan Gubernur DKI itu berjanji akan menyelesaikan masalah pangan dan komoditas. Tak hanya itu, Jokowi juga akan mewujudkan swasembada pangan dan lepas dari jeratan impor. 

“Jokowi berjanji, menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan di sektor pertanian, perikanan dan manufaktur. Juga berjanji akan menyederhanakan regulasi perikanan mempermudah nelayan mendapatkan solar sebagai bahan bakar kapal dengan mendirikan SPBU khusus mensejahterakan kehidupan petani mengelola persediaan pupuk dan menjaga harga tetap murah membangun banyak bendungan dan irigasi,” paparnya. 

Namun, kata dia, janji tersebut masih belum bisa direalisasikan selama Jokowi menjabat sebagai presiden. “Sebagai bukti, 6 Juni 2017, Ketua KPPU menyampaikan, keuntungan kartel bawang putih dapat mencapai belasan triliun rupiah. Tata niaga impor bawang putih dikuasai hanya enam keluarga bisnis. Salah satunya Taipan bahkan menguasai separoh perputarannya,” tandasnya. 

Dengan kondisi tersebut, ia menyangsikan janji kampanye Jokowi. Menurutnya, tiga tahun Jokowi menjadi memimpin negeri ini, belum juga terpenuhi janji kampanye.

“Kini Jokowi sudah lebih tiga tahun menjadi Presiden RI. Dipenuhikah janji-janji kampanye itu? Jawaban halusnya, belum!” pungkasnya

Editor: Sukma Alam

Bagikan artikel
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)