logo rilis
Pemerintah Ajak Semua Pihak Wujudkan Smart City
Kontributor
Elvi R
13 Desember 2017, 09:00 WIB
berita
FOTO: KOMINFO.GO.ID

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak pemerintah daerah, perusahaan swasta dan organisasi nirlaba untuk berpartisipasi dalam Gerakan Menuju Smart City.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani mengatakan, kerjasama itu akan diwujudkan sebagai Public Private Partnership dengan kemitraan jangka panjang untuk melaksanakan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur.

“Kami mendorong keterjalinan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan swasta dari berbagai bidang usaha dan juga berbagai komunitas dalam masyarakat untuk berperan aktif menyukseskan program kota cerdas ini,” ujar dia melalui siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Aptika menjelaskan upaya mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi di pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia tidak hanya bisa hanya bergantung kepada pemerintah. Pemerintah daerah dan swasta pun harus ikut andil.

“Jadi bukan hanya pemerintah yang membangun, namun pemerintah juga mengajak swasta dalam konsep APBD tadi supaya makin cepat pengembangannya menuju smartcity,” paparnya.

Menurut dia, tidak hanya peran Kemenkominfo, pihak lain seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  Kemenpan & RB, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Kantor Staf Presiden juga diperlukan. 

"Gagasan Smart City tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan digitalisasi, namun lebih jauh Smart City merupakan konsep utuh bagaimana pemerintah daerah dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pengelolaan sumber daya secara lebih baik," katanya.

Ia menyebut, pemerintah menargetkan pada 2018, sebanyak 100 kabupaten/kota di Indonesia sudah mengimplementasikan konsep Smart City.  Pada tahun pertama pelaksanakan Gerakan Menuju Smart City, terpilih 25 kabupaten/kota untuk ikut serta dalam gerakan ini. Kabupaten/kota yang terpilih akan dibantu dalam pembuatan masterplan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerahnya masing-masing. Program ini akan berlanjut dua tahun kedepan sehingga akan tercapai 100 kabupaten/kota yang siap menjadi Smart City di tahun 2019.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong 100 kota dan kabupaten agar mampu memanfaatkan teknologi dalam memajukan daerahnya,” tutur Semuel.

Bagikan artikel
Tags
#SMART CITY
#KEMENKOINFO
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)