logo rilis
Pembangunan Dermaga TNI AL di Ambon Sudah 74 Persen
Kontributor
Tio Pirnando
14 Februari 2018, 08:08 WIB
Pembangunan Dermaga TNI AL di Ambon Sudah 74 Persen
FOTO: Kementerian PUPR

RILIS.ID, Ambon— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan terus  menyelesaikan pembangunan Dermaga TNI Angkatan Laut di Kawasan Teluk Ambon, Maluku. Pembangunan ini dilakukan, untuk menggantikan Dermaga TNI AL di Desa Halong yang dipindahkan karena kapal perang TNI AL tidak bisa merapat setelah adanya pembangunan Jembatan Merah Putih.

"Dermaga sebelumnya berada di hulu Jembatan Merah Putih. Kami pindah ke sini menjadi satu komplek baru, dilengkapi kantor, asrama Perwira, Bintara, Tamtama, furnitur, termasuk kita siapkan juga instalasi airnya maupun fasilitas lainnya," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers yang diterima rilis.id di Ambon, Rabu (14/2/2018).

Menurutnya, pembangunan Dermaga TNI AL akan selesai pada April 2018. Di mana, saat ini progresnya sudah 74 persen.

 "Dalam pembangunannya tidak ditemui kendala besar. Hanya saja, diperlukan waktu untuk pengiriman tiang pancang dari Cilegon. Ini bergantung pada cuaca, karena pengangkutan menggunakan kapal tongkang," bebernya. “Untuk pengadaan tanah, saya kira dimana-mana pasti ada pernak-perniknya. Saya optimis kita bisa selesaikan," sambungnya.

Demaga ini, nantinya bakal jadi tempat bersandar kapal-kapal perang tonase milik TNI AL yang ingin mengisi perbekalan baik bahan bakar, air tawar, bahan makanan, obat-obatan maupun amunisi, perawatan kesehatan bagi ABK KRI yang sakit, serta perbaikan dan perawatan kapal bila terjadi kerusakan. 

Kemudian, lingkup pekerjaan meliputi pembangunan gedung kantor dan staf, lapangan, kantor Detasemen Markas, gudang senjata dan amunisi, gedung serbaguna, pos penjagaan, balai pengobatan, kantor Satkom, kantor Disang, kantor Pomal, hanggar, rumah genset dan panel, gudang disbek, mekanikal elektrikal dermaga, kantor Disyahal, dermaga operasi, penataan lansekap dan pagar area dermaga.

"Pembangunan Dermaga TNI AL dikerjakan sejak Maret 2017 oleh Kontraktor  PT. Brantas Abipraya (Persero) dengan konsultan PT. Yodya Karya (Persero), senilai Rp 121 milliar. Sementara, tahun ini anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 30 miliar, untuk pembangunan tempat ibadah, asrama Perwira, Bintara, serta Tamtama," tukasnya

Editor: Intan Nirmala Sari

Bagikan artikel
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)