logo rilis
Pelaku Fintek Harus Transparan Soal Tarif dan Komisi Nasabah
Kontributor
Ainul Ghurri
14 Februari 2018, 19:30 WIB
Pelaku Fintek Harus Transparan Soal Tarif dan Komisi Nasabah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso meminta penyedia layanan finansial teknologi (fintek) lebih transparan, terutama soal tarif dan komisi pengelolaan dana ke nasabah.

"Khusus peer to peer (P2P) lending harus transparan, agar nasabah dan pemberian pinjaman harus tahu benar risikonya. Peer to peer lending, kami atur. Tapi secara umum aturan ini akan ada yang latar belakangnya perlindungan konsumen," katanya saat mengisi acara "Mendorong Terciptanya Inklusi Melalui Pemanfaat Sistem Digital" di Gedung Ali Wardhana, Kementerian Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Wimboh juga meminta kepada layanan penyedia jasa niaga e-commerce yang bekerjasama dengan fintek untuk memberikan informasi mengenai besaran komisi terhadap nasabah.

"Jangan sampai tidak mengerti, karena ada satu yang kami sangat peduli, mau P2P, Gojek, kami peduli perlindungan nasabah," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera mengeluarkan kebijakan terkait fintek. Aturan tersebut, akan berfokus pada transparansi dan kelayakan fintek. Sayangnya, Wimboh belum mau menjelaskan secara detail terkait aturan tersebut.

"Nanti provider harus men-disclose dirinya sendiri. Transparansi juga tergantung pada pinjaman yang kecil beda dengan yang besar," pungkasnya.
 

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)