logo rilis
PPATK Sebut Politik Uang Terjadi di Kampanye dan Penghitungan Suara
Kontributor
Armidis Fahmi
14 Februari 2018, 06:59 WIB
PPATK Sebut Politik Uang Terjadi di Kampanye dan Penghitungan Suara
Ilustrasi: RILIS.ID/Fafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin memprediksi politik uang bakal terjadi pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Hal itu terjadi lantaran tingginya ongkos politik yang dikeluarakan setiap kandidat.

"Tahapan Pilkada dan Pemilu, kemungkinan terjadinya politik uang adalah pada tahap pendaftaran calon, kampanye, pemungutan suara dan penghitungan suara," kata Kiagus Ahmad Badaruddin di Jakarta, Selasa (14/2/2018).

Karena itu, peran PPATK sangat diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya praktik politik uang. PPATK, kata dia, bisa menjalankan fungsinya agar praktik politik uang bisa diminimalisasi.

"Ruang lingkup pengawasan yang dapat dilakukan PPATK pada penyelenggaraan Pemilu yaitu pada penghimpunan, penggunaan atau pelaporan dana kampanye peserta Pemilu serta pelaksanaan tahapan Pemilu," ujarnya.

Untuk diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai lembaga yang berperan mengawasi Pilkada dan Pemilu membangun kerja sama dengan PPATK.

Dengan adanya kesepahaman lewat Memorandum of Understanding (MoU) itu, diharapkan bisa memperkuat fungsi pengawasan Pemilu.

Editor: Sukma Alam

Bagikan artikel
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)