logo rilis
OTT Bupati Subang, KPK Amankan Ratusan Juta di 3 Titik
Kontributor
Tari Oktaviani
14 Februari 2018, 23:57 WIB
OTT Bupati Subang, KPK Amankan Ratusan Juta di 3 Titik
Suap. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang Rp337,328 juta berserta dokumen bukti penyerahannya dari operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Uang itu diamankan dari beberapa titik.

"KPK melakukan tangkap tangan pada Selasa, 13 Februari 2018, di beberapa lokasi terpisah, di Subang dan Bandung," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, di Gedung Merah-Putih, Jakarta, Rabu (14/2/2018). OTT berawal dari informasi masyarakat dan serangkaian penyelidikan. 

Setelah mendapatkan informasi, Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK bergerak menuju rest area Cileunyi, Bandung, Selasa, pukul 18.30. Di situ, seorang karyawan bernama Data diamankan. "Tim mengamankan uang senilai Rp62,278 juta," imbuhnya.

Di tempat lainnya, tim mengamankan pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap, Miftahudin, sekira pukul 19.00. Kemudian, tim lainnya bergerak ke Rumah Dinas Bupati Subang, Imas Aryumningsih. "Dari lokasi tersebut, tim membawa Imas serta dua orang, ajudan dan supir," ungkap Basaria.

Lalu, anak buah Agus Rahardjo secara berturut-turut mengamankan dua orang lainnya, Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Asep Santika (ASP) dan Kasi Pelayanan Perizinan Subang Sutiana (S). Keduanya diciduk di kediamannya masing-masing.

"Dari tangan ASP, diamankan uang sebesar Rp225 juta. Dan dari tangan S, diamankan uang senilai Rp50 juta," jelasnya.

Adapun konstruksi perkaranya, Imas dan beberapa pihak diduga menerima hadiah dari swasta terkait perizinan di Pemkab Subang yang diajukan PT ASP dan PT PBM. Pemberian uang ke Imas melalui orang-orang dekatnya yang bertindak sebagai pengumpul dana.

"Komitmen awalnya Rp4,5 miliar. Fee Bupati dengan perantara sebanyak Rp1,5 miliar. Jadi, jumlah lebih banyak (diambil) di perantaranya Rp3 miliar," ungkap Basaria.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Imas sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan pendirian pabrik di Kabupaten Subang, Jabar. Dia diduga menerima suap bersama Data dan Asep Santika. Uang suap diterima dari Miftahhudin.

Miftahhudin sebagai pihak yang diduga pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Sementara pihak yang diduga sebagai penerima, Imas, Data, dan Asep disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)