logo rilis
Meski Kader PKS Jadi Wagub DKI, Ibu Kota Dinilai Tetap Digenggam Jokowi
Kontributor

16 November 2018, 11:40 WIB
Meski Kader PKS Jadi Wagub DKI, Ibu Kota Dinilai Tetap Digenggam Jokowi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman.

RILIS.ID, Jakarta— Partai Gerindra sudah mempersilakan PKS untuk menyiapkan kadernya menduduki jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta, pengganti Sandiaga Uno yang maju sebagai cawapres nomor urut 01 mendampingi Prabowo.

Meski begitu, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai, masuknya kader PKS ke Balai Kota tidak akan terlalu berpengaruh terhadap peta perpolitikan, khususnya Pilpres 2019, di Jakarta.

"Sebab DPRD masih dikuasai oleh anggota DPRD pendukung pemerintah," kata Emrus saat dihubungi wartawan di Jakarta pada Jumat (16/11/2018).

Selain itu menurut dia, situasi politik di DPRD sangat cair, sehingga kecil potensi terjadinya pembelahan antara kelompok partai pendukung Prabowo dengan pendukung Jokowi. 

Sekedar diketahui, total jumlah kursi partai politik di DPRD DKI periode 2014-2019 sebanyak 106 kursi. Terdiri dari 68 kursi partai pendukung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf dan 38 kursi partai pendukung Prabowo-Sandi.

"Penguasaan koalisi Gerindra dan PKS di Pemprov DKI Jakarta tidak akan berbanding lurus dengan penguasaan kelompok 'kanan' di parlemen ibu kota," sambung Emrus.

Ia juga mengkritisi belum clear-nya kesepakatan antara Gerindra dengan PKS dalam pemberian kursi wakil gubernur. Meski PKS dipersilakan menyetorkan nama kadernya, namun parpol besutan Prabowo itu masih turut serta dalam tim fit and proper test.

"Seharusnya kan kalau sudah diserahkan ke PKS, maka PKS dong yang punya gawe. PKS yang punya keputusan, yang punya otonom, tapi ini tidak," katanya.

Dia menduga, Gerindra masih memiliki kepentingan untuk memanfaatkan kader-kader PKS yang memiliki kesamaan visi. Gerindra dalam hal ini diduga berkepentingan untuk mengegolkan calon dari faksi PKS yang memiliki visi yang sama.

"Kalau Gerindra ikut dalam fit and proper test, itu sama saja memberi peluang Gerindra untuk menentukan siapa calon dari PKS," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS di DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi, menyebutkan satu nama dari Gerindra sebagai anggota panitia uji kepatutan dan kelayakan calon wakil gubernur DKI.

"Ya, disebutkan namanya pak Syarif sementara yang satu lagi namanya belum disebutkan (Pak Taufik)," kata Suhaimi seperti dilansir Antara belum lama ini.

PKS menerima informasi nama salah seorang panitia uji kelayakan dan kepatutan cawagub dari Gerindra yakni Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta Gerindra, Syarif ketika bertemu dengan ketua DPD DKI Partai Gerindra, Muhammad Taufik.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID