logo rilis
Mendagri Resmi Lantik Penjabat Sementara Gubernur Lampung
Kontributor
Nailin In Saroh
13 Februari 2018, 10:29 WIB
berita
Mendagri Tjahjo Kumolo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo resmi melantik Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kemendagri Didik Suprayitno sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung.

"Dengan mengucap syukur kehadiran Tuhan YME pada hari ini, Selasa 13 Februari 2018. Saya Menteri Dalam Negeri dengan resmi mengukuhkan Dr. Didik Suprayitno, MM sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Lampung," ujar Tjahjo saat pelantikan di Gedung C Kementrian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Tjahjo berharap, Didik segera melakukan konsolidasi dijajaran Pemerintah Daerah dalam upaya melaksanakan Pilkada serentak yang ada di Provinsi Lampung.

"Segera berkoordinasi dengan forum pimpinan daerah di Lampung. Khususnya Kapolda Lampung dan BIN untuk menginventarisasi Pilkada serentak di Lampung," kata Tjahjo.

Tjahjo menginstruksikan, Pjs Gubernur Lampung mengajak pejabat dan staf Pemda untuk berkonsolidasi mempersiapkan Pilkada serentak dengan lancar. Dan juga, tambah Tjahjo, mem-backup KPUD dan Badan Pengawas dalam melaksanakan tugas demokrasi di Lampung.

"Ajak SKPD setempat khususnya Sekda untuk koordinasi dengan tokoh agama, masyarakat dan tokoh adat yang ada di Lampung dalam upaya organisir masyarakat untuk partisipasi aktif di Pilkada Lampung," terangnya.

Selain itu, Tjahjo mengingatkan Pjs Gubernur dan jajaran untuk mencegah pratik politik uang dan politisasi SARA di Pilkada. 

"Keduanya (SARA dan politik uang) ini adalah racun yang harus kita tumpas. Karena itu bisa menghancurkan sendi-sendi demokrasi yang bermartabat. Itu harus kita lawan bersama," papar Tjahjo.

Didik yang merupakan mantan perwira Angkatan Udara berpangkat kolonel ini akan mulai bertugas di Lampung pada 15 Februari 2018. Ia menggantikan sementara, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang cuti karena mengikuti Pemilihan Gubernur Lampung 2018.

Editor: Sukma Alam

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)