logo rilis
MA Catat Rekor Terbaik Sepanjang Sejarah, Ini Alasannya!
Kontributor
RILIS.ID
27 Februari 2019, 11:08 WIB
MA Catat Rekor Terbaik Sepanjang Sejarah, Ini Alasannya!
Pemaparan laporan tahunan Mahkamah Agung di JCC, Rabu (27/2/2019). FOTO: HUMAS MA

RILIS.ID, Jakarta— Mahkamah Agung (MA) mencatat rekor terbaik sepanjang sejarah di semua parameter pengukuran kinerja.

Parameter dimaksud adalah jumlah perkara yang diputus; jumlah sisa perkara; dan rasio produktivitas memutus perkara.

Lalu, jumlah perkara yang diputus sesuai dengan jangka waktu (on time case processing); jumlah perkara yang diminutasi dan dikirim kembali ke pengadilan pengaju; dan rasio penyelesaian perkara (clearance rate).

”Seluruhnya melampaui semua target yang ditetapkan. Bahkan semuanya mencatat rekor baru sebagai yang terbaik sepanjang sejarah MA,” papar Ketua MA Prof Dr Hatta dalam pidato laporan tahunan di Jakarta Convention Center, Rabu (27/2/2019).

Menurutnya, selama tahun 2018 ada 18.544 perkara yang masuk ke MA. Terdiri dari  17.156 perkara masuk pada 2018 dan 1.388 sisa perkara tahun 2017. MA berhasil memutus sebanyak 17.638 perkara yang tersisa hanya 906 perkara.

Dibandingkan tahun 2017, jumlah perkara yang diterima (diregister) pada 2018 meningkat 10,65 persen; jumlah beban perkara meningkat 3,82 persen; jumlah perkara yang diputus meningkat 7,07 persen; sedangkan jumlah sisa perkara berkurang 34,73 persen. 

Hatta memaparkan jumlah perkara yang diterima tahun 2018 itu, merupakan yang terbanyak dalam sejarah MA. Meski dengan jumlah hakim agung yang relatif sama dari tahun-tahun sebelumnya, MA mampu memutus perkara melampaui tahun 2017.

”Sisa perkara 2018 juga merupakan jumlah terkecil dalam sejarah MA. Merujuk pada sisa perkara 2012 yang berjumlah 10.112 perkara hingga tahun 2018, MA mampu mengikis sisa perkara sebanyak 9.206 perkara atau 91,04 persen,” tambahnya.

Perbandingan tersebut menunjukkan rasio produktivitas memutus MA 2018 naik menjadi 95,11 persen atau meningkat 2,89 persen dibanding rasio produktivitas memutus tahun 2017 sebesar 92,23 persen. Dari target yang ditetapkan sebesar 70 persen, pencapaiannya melampaui target di angka 25,11 persen.

Sepanjang tahun 2018, MA juga telah memutus on time case processing dalam jangka waktu 1-3 bulan sebanyak 16.911 dari 17.638 perkara (96,33 persen). Hanya 3,67 persen perkara yang diputus di atas tiga bulan.

MA sendiri menetapkan target on time case processing sebesar 75 persen, sehingga capaian ini melampaui target.

Hatta menjelaskan capaian tersebut menunjukan semua parameter pengukuran kinerja penanganan perkara MA. (*)

 

Editor: gueade




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID