logo rilis
Lawan COVID-19 di Era New Normal, Legislator PDIP: Menang Kalah Tergantung Prajurit
Kontributor
Nailin In Saroh
14 Juni 2020, 16:45 WIB
Lawan COVID-19 di Era New Normal, Legislator PDIP: Menang Kalah Tergantung Prajurit
Ilustrasi new normal. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin menyoroti penerapan era kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi COVID-19. Menurutnya, meski telah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) namun upaya pengendalian di sejumlah daerah kurang berhasil. Sebab kasus COVID-19 masih cukup tinggi dan fluktuatif. 

Karenanya, dia mengajak masyarakat agar disiplin mandiri melawan COVID-19. Pasalnya, kata dia, dengan taat mematuhi protokol kesehatan maka warga tidak akan mudah terjangkit wabah Wuhan itu. 

"Sudah tembus 4 digit. Menang atau kalahnya sebuah peperangan tergantung fokus dan waspadanya para prajurit. Mari konsisten disiplin, terapkan protokol kesehatan. Jangan sampai lalai," tegas Hasanuddin kepada wartawan, Minggu (14/6/2020).

Diketahui, data yang diperoleh dari Tim Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, jumlah kasus positif di Indonesia hingga Sabtu (13/6) mencapai 37.420 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 13.776 orang dan 2.091 orang lainnya meninggal dunia. Jumlah ini bertambah sebanyak 1111 kasus dari hari sebelumnya, Jumat (12/6).

"Masyarakat tak mengindahkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti menggunakan masker bila beraktifitas di luar rumah, rajin cuci tangan dan jaga jarak. Akibatnya, terjadi lagi lonjakan kasus dan munculnya klaster-klaster baru," sambung dia.

Hasanuddin mengatakan, pemerintah saat ini berada di posisi yang dilematis lantaran mau memperpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) namun tidak mengetahui kapan waktu berakhirnya penyebaran COVID-19.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah juga tidak mau sektor ekonomi semakin merosot akibat dari penerapan PSBB. Untuk itu jalan tengahnya, pemerintah mengambil keputusan pelonggaran PSBB dan memberlakukan new normal pada beberapa sektor.

"PSBB dilanjutkan dengan melonggarkan aktivitas ekonomi secara bertahap, dan wajib diikuti dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," kata politisi PDIP itu.

Kendati demikian, Hasanuddin meminta agar pemerintah, terutama pemerintah daerah jangan sembarangan menentukan daerahnya beralih dari status PSBB menjadi New Normal. "Jangan hanya mengejar keselamatan ekonomi tapi utamakan juga keselamatan rakyat," ungkapnya.

Selain itu, Hasanuddin menyoroti soal pengawasan dan penindakan hukum yang harus diberlakukan dengan ketat dan terarah diawali dengan sosialisasi masif. Tujuannya, kata dia, agar masyarakat memahami maksud dan tujuan dari new normal.

"Awasi semua sarana dan pelayanan publik dengan ketat terutama transportasi publik, restoran, pusat perbelanjaan, serta ruang publik lainnya. Mari kita pahami benar apa itu new normal, laksanakan prosedur dan protokol kesehatan dengan disiplin tinggi demi keselamatan nyawa kita," tandasnya. 

 

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID