logo rilis
LGBT adalah Perbuatan Cabul
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
14 Februari 2018, 17:16 WIB
LGBT adalah Perbuatan Cabul
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menjelaskan ada perluasan pasal perzinahan dalam pembahasan RUU KUHP Buku II tentang tindak pidana. Dimana LGBT itu dimasukkan dalam sebuah perbuatan cabul, sehingga termasuk dalam tindak pidana.

Hal tersebut diungkapkannya usai Sidang Paripurna Penutupan Masa Persidangan III Tahun Sidang 2017-2018 di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

"Pasal perzinahan itu memang perlu diperluas, perbuatan cabul oleh LGBT itu harus bisa dipidana sebagaimana perbuatan cabul yang dilakukan oleh pria dan wanita," kata Asrul.

Mereka ribut ketika RUU ini akan disahkan, padahal pasal perzinahan tersebut sudah ada sejak RUU KUHP itu diajukan ke DPR tiga tahun lalu. Walaupun dalam pembahasannya, pasal perzinahan itu diperluas, terutama saat ada usulan dari PPP.

Politisi dari Fraksi PPP ini menyayangkan adanya polemik terkait rencana dimasukkannya LGBT dalam kategori pencabulan di pasal perzinahan RUU KUHP ini. 

"Mengapa perbuatan cabul dilakukan oleh seorang laki-laki dan perempuan terkena tindak pidana, tapi saat norma yang sama diberlakukan terhadap pelaku sesama jenis malah menimbulkan polemik," ujar dia.

Dijelaskannya, Undang-undang itu merupakan refleksi dari nilai-nilai filosofis, sosial dan kultural dari sebuah masyarakat. Menjadi keliru jika ukuran dari nilai sosial dan kultural kita itu negara barat. 

Tapi, jika disusun di atas nilai-nilai filosofis dan sosialnya orang Indonesia, Arsul yakin semuanya akan menerima dan menyetujui.

Terkait adanya kekhawatiran sejumlah orang akan munculnya tindakan persekusi dari masyarakat saat LGBT yang dimasukkan dalam kategori pencabulan di RUU KUHP, Arsul menjawab bahwa justru jika tidak ada pasal tersebut malah akan timbul main hakim sendiri.

"Jika sudah ada pasalnya, termasuk ancaman hukumannya, maka tidak bisa main hakim sendiri. Karena, diproses sesuai aturan," ujarnya.


500
komentar (0)