logo rilis

Kurikulum Postkolonial
kontributor kontributor
Yudhie Haryono
05 Mei 2017, 20:42 WIB
Pengamat ekonomi politik, bekerja sebagai Dosen dan Direktur Eksekutif Nusantara Center
Kurikulum Postkolonial

Para pembaca yang budiman. Kawan-kawan yang sedang diam. 15 tahun sudah aku mencari kunci. Ya kunci. Untuk membebaskanku dan teman-temanku dari kutukan kemiskinan warisan kolonial yang imperial. Di ujung senja, saat tak kutemukan jalan pulang; tak kutemui mukjizat dan kepastian, justru kudapati ilmu postkolonial. Ilmu yang tak diajarkan dalam studi-studi formal, informal maupun non-formalku. Sebab lama sekali sejak sekolah dasar, aku tak mendapatinya.

Agar tak bahagia sendirian, kini kubagi buat kalian. Kaum muda yang masih bisu, buta dan tuli dari diskusi revolusi, perubahan, reformasi dan pemberontakan. Sebab, postkolonial adalah ilmu revolusi. Ia warisan para pendiri republik; para pahlawan bangsa yang namanya diabadikan dalam buku-buku sejarah kita. Ia mendesain pemberontakan. Ia mencetak kaum radikalis bagi penjajah. Ia meniupkan perlawanan semesta agar kita merdeka 100%. Itu saja.

Baca Juga

Karenanya, ilmu pemberontakan ini mencakup aspek-aspek warisan dari negara yang pernah mengalami penjajahan dan kekuasaan imperial sejak awal terjadinya kolonisasi hingga kini, termasuk berbagai efek buruk destruktif yang ditimbulkannya.

Mengapa? Sebab sejarah kolonialisme tak pernah berhenti; ia hanya ganti wajah; never ending history. Dulu mudah dibaca karena telanjang dan teraba. Kini beralih rupa dalam banyak cara.

Hanya kaum jenius yang tak tertipu. Hanya para pejuang sejati yang mengerti. Hanya para calon pahlawan yang bisa mengenali.

Dus, objek postkolonial adalah segala peristiwa dan riset yang berkaitan dengan pengalaman negara kolonial dan berbagai bentuk serta derivatifnya. Metodanya adalah kritis multidisiplin dan subtansi yang luas di mana cara-cara yang digunakan adalah analisa mendalam gejala kultural-struktural, seperti sejarah, politik, ekonomi, sastra, dan berbagai dokumen lainnya, yang terjadi di negara-negara bekas penjajahan.

Targetnya, lahir cara baru, agensi baru dan keyakinan baru yang jenius dan "crank" atau menyempal dari keumuman warisan kolonial yang dianggap benar.

Disiplin ilmu ini penting. Bahkan sangat penting dan paling penting terutama saat kita memasuki dunia global yang gigantik dan makin dominatif para kolonialis menghisap trilyunan SDA negara kita.

Singkatnya, kurikukum pastkolonial adalah cara kita bernegara dengan pancasila. Ada karena melawan: indonesia ada karena memberontak. Bukan hadiah apalagi program tak tentu arah.


#Kurikulum Postkolonial
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)