logo rilis
Korupsi e-KTP, Tifatul Sembiring: Ada yang Tidak Masuk Akal
Kontributor
Dida Prabekty
13 Maret 2017, 17:15 WIB
berita
Ketua Fraksi PKS MPR RI Tifatul Sembiring, menjadi narasumber diskusi 4 pilar dengan tema "Efektifitas Pelaksanaan Sosia

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) MPR RI, Tifatul Sembiring, mengatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan kasus e-KTP, kamis (9/3) lalu, perlu dibuktikan terlebih dahulu.

“Kalau ada minimal dua alat bukti boleh dijadikan tersangka. Sekarang kan masih proses, tidak boleh langsung menuduh,” kata Tifatul kepada rilis.id di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Menurutnya, nama-nama yang disebutkan dalam dakwaan tersebut tidak mesti langsung menjadi tersangka.

PKS, lanjut Tifatul, sudah melakukan evaluasi dan klarifikasi langsung kepada kadernya yang disebut JPU menerima aliran dana korupsi e-KTP.

“Sudah evaluasi di internal. Kan sudah disebut dari PKS ada pak Jazuli,” ujar mantan Menkominfo era Presiden Susilo Bambang yudhoyono itu.

Tifatul juga menanyakan kebenaran yang diungkap JPU, sebab ada beberapa hal yang menurutnya tidak masuk akal, dan janggal, sehingga harus dikroscek secara keseluruhan.

“Pak Jazuli saat itu tidak di Komisi II, tapi dalam dakwaan disebut sebagai Kapoksi Komis II waktu pembahasan e-KTP. Contohnya itu, makanya harus diklarifikasi satu-persatu,” pungkasnya.

Bagikan artikel
Tags
#Korupsi e-KTP
#PKS
#Tifatul Sembiring
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)