logo rilis

Klarifikasi Henry Yoso soal Pernyataannya Terkait KPK
Kontributor

12 September 2017, 09:47 WIB
Klarifikasi Henry Yoso soal Pernyataannya Terkait KPK
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI, Henry Yosodiningrat. FOTO: ISTIMEWA.

RILIS.ID, Jakarta– Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI, Henry Yosodiningrat, memberikan klarifikasi atas pernyataannya sebelumnya yang mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibubarkan.

Katanya, tak pernah mengusulkan agar komisi antirasuah dibekukan saat diwawancara wartawan. Namun, mengusulkan pembekuan KPK sementara waktu kala di doorstop wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta.

"Kalimat saya setelah uraian saya panjang lebar adalah sebagai berikut, '...selama dilakukan pembenahan untuk penguatan KPK, bila perlu dibekukan untuk sementara waktu...'," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima rilis.id di Jakarta, Senin (11/9/2017) malam.

Untuk itu, klaim dia, ada statement-nya yang tak dimuat dalam berbagai pemberitaan. Kalimat tersebut "Pemberantasan tindak pidana korupsi tetap berjalan, sementara KPK dibekukan sementara menata kembali KPK sesuai semangat reformasi. Maka, penegakan hukum/pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi tetap berjalan dan sementara kembali dilaksanakan oleh Polri dan Kejaksaan."

Henry menambahkan, pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi dan bukan mewakili sikap resmi fraksi atau partainya.

Ketua Gerakan Nasional Antinarkotika (Granat) ini mengungkapkan, dirinya sedih dengan berbagai tudingan terhadap dirinya terkait pernyataannya terkait pembekuan sementara waktu tersebut.

"Terlebih, tudingan bahwa saya membela koruptor dan bertujuan untuk melemahkan KPK," sambung Henry.

Sebab, berdalih sebagai orang yang antikorupsi serta turut mendorong lahirnya KPK dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sehingga, hanya menginginkan lembaga yang bersih dan berwibawa.

"Bukan KPK yang kotor dengan pemerasan, penindasan, dan kesewenang-wenangan," jelas legislator asal Lampung itu.

"Saya menginginkan KPK yang sejalan dengan semangat dan ruh reformasi sebagaimana dirumuskan oleh Pemerintah dan DPR RI dalam menyusun UU tentang KPK dan revisi UU tentang Tipikor," imbuh dia.

Karenanya, ucap Henry, dirinya tidak pernah mendampingi seseorang yang terjerat perkara korupsi, baik saat masih disidik dan dilidiki KPK maupun penuntutan di meja hijau.

Henry pun menegaskan, apapun yang disampaikannya, baik sikap politik maupun hukum, bersifat pribadi serta takkan mengenyampingkan kata hati, apapun konsekuensinya.

"Karena kata saya yang paling benar dalam hidup ini, adalah kata hati," pungkas Anggota Komisi II DPR itu.


#KPK
#Henry Yosodiningrat
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)