logo rilis
Kepulauan Aru Diguncang Gempa, Warga Panik Keluar Rumah
Kontributor
Kurniati
14 Februari 2018, 11:54 WIB
Kepulauan Aru Diguncang Gempa, Warga Panik Keluar Rumah
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Maluku— Warga Dobo, ibu kota kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku panik karena diguncang gempa tektonik berkekuatan 5,4 Skala Richter (SR) pada Rabu pagi, sekitar pukul 09.05 WIT.

Gempa dengan koordinat episenter pada 6,09 Lintang Selatan dan 133,7 Bujur Timur, berlokasi di laut pada jarak 60 kilometer arah barat daya Kota Dobo, Kepulauan Aru, pada kedalaman 10 kilometer.

"Kami panik sehingga berlarian keluar rumah karena khawatir gempa susulan, menyusul guncangan gempa terasa kuat dan membuat kepala pening," kata warga Dobo, Jos Labok, dikonfirmasi dari Ambon, Rabu (14/2/2018).

Jos Labok, mengatakan anaknya yang sedang tidur terkejut dan terbangun lalu lari keluar rumah.

Warga Dobo lainnya, katanya, juga berusaha keluar dari rumah maupun gedung berlantai karena khawatir terjadi gempa susulan.

"Syukurlah berdasarkan koordinasi ke Pemkab Kepulauan Aru ternyata tidak terjadi kerusakan akibat gempa," kata Jos Labok.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi, mengatakan, mekanisme sumber gempa bumi itu berupa sesar turun (normal fault).

Gempa bumi tektonik dengan kekuatan magnitude 5,4 yang mengguncang Kepulauan Aru, Maluku, pada Rabu pukul 09.05 WIT dipicu oleh aktivitas sesar aktif di zona Cekungan Aru (Aru Basin).

Hal itu sesuai dengan karakteristik sumber gempa bumi di zona cekungan yang biasanya mengalami penyesaran turun. Hasil pemodelan yang dilakukan BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di Dobo dalam skala intensitas II SIG-BMKG (III MMI). Namun belum ada laporan kerusakan dari masyarakat.

Hingga pukul 09.40 WIT, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

"Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kepulauan Aru dan sekitarnya diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Moch Riyadi.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)