logo rilis
Karena Bermasalah, 109 Ton Benih Jagung BISI Bantuan Pemerintah Ditarik
Kontributor
RILIS.ID
15 Agustus 2019, 15:55 WIB
Karena Bermasalah, 109 Ton Benih Jagung BISI Bantuan Pemerintah Ditarik
ILUSTRASI FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Tanah Karo— Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Karo-Karo, mengatakan, ada sekira 109.185 kilogram benih jagung BISI 18 bantuan dari pemerintah untuk petani di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, ditarik untuk diganti. 

Hal itu, kata Metehsa, dilakukan lantaran benih yang bersumber dari dana APBN itu tidak layak tanam lantaran kondisinya banyak membusuk dan berkutu.

Dia menyebut, untuk tahap pertama penarikan benih itu dilakukan di dua kecamatan, yaitu Lau Baleng dan Mardindiding.

“Kami minta seluruhnya ditarik dari petani penerima dan ditukar dengan benih yang layak tanam," kata Metehsa. 

Metehsa mengungkapkan, pihak pemenang tender atau produsen benih hari ini mulai melakukan pengambilan benih di dua kecamatan tersebut.

"Mungkin butuh beberapa hari karena jumlahnya cukup banyak. Mardinding sebanyak 45.675 kilogram dan Lau baling 49.635 kilogram,” sebutnya. 

Selain dua kecamatan itu, lanjut Metehsa, benih yang telah tersalur di empat kecamatan sentra penghasil jagung Kabupaten Karo lainnya, di antaranya Juhar, Munte, Barusjahe dan Kutabuluh juga akan ditarik secara bertahap untuk diganti pada September nanti. 

Meski benih jagung BISI itu mengalami permasalahan, namun Metehsa enggan menyalahkan pabrikan BISI 18, PT Daya Merry Persada. Menurutnya, hal itu, bukan kewenangannya untuk mencari pihak yang salah dalam permasalahan tersebut. 

“Ada pihak berkompeten. Dinas Pertanian Karo hanya pendamping satuan kerja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Kami penunjuk calon penerima calon lokasi," ungkap dia. 

Metehsa memastikan, pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap benih yang akan menggantikan sebelumnya. Bila nanti masih masalah, lanjut dia, pihaknya akan segera melaporkan ke provinsi. 

"Untuk selanjutnya diteruskan ke Kementerian Pertanian c/q Dirjen Tanaman Pangan,” tandasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID