logo rilis
Kabar Penjarahan di Palu Tak Bisa Dibenarkan
Kontributor

01 Oktober 2018, 16:40 WIB
Kabar Penjarahan di Palu Tak Bisa Dibenarkan
Politisi PKS, Mardani Ali Sera. FOTO: RILIS.ID.

RILIS.ID, Jakarta— Politisi PKS, Mardani Ali Sera, menyatakan dugaan penjarahan yang terjadi di Palu tidak bisa dibenarkan.

"Palu sedang mendapat bencana luar biasa. Empati dan cinta perlu disampaikan segera pada warga Palu khususnya dan Sulteng umumnya. Tapi penjarahan tidak bisa dibenarkan," kata Mardani kepada rilis.id, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Dengan kondisi yang ada di Palu dan Donggala, pemerintah justru harus hadir, agar masyarakat tetap tenang.

"Justru negara mesti hadir. Mulai dari Presiden hingga kepala desa mesti mewujudkan keteraturan dan penegakan hukum. Tragedi tidak menjadi pembenaran aksi melawan hukum," kata Mardani.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan penjelasan terkait kabar adanya penjarahan toko pascagempa di Palu.

Ia berada di lokasi tersebut saat terjadi peristiwa ini.

Kata dia, waktu itu kondisi mati listrik. Bandara pun runtuh. Halaman di sana jadi tempat pengungsi, dan ada toko yang ikut roboh, makanan dan minumannya berhamburan.

"Kemudian diambil masyarakat. Jadi bukan penjarahan," kata Tjahjo dalam siaran persnya di Jakarta pada Minggu (30/9/2018).

"Saya melihat kejadian itu, halaman bandara depan kosong tidak ada yang menjaga. Demikian yang saya tahu," tambah Tjahjo.

Penjelasan ini membantah berita yang disiarkan salah satu media online nasional. Di mana, Mendagri bilang korban gempa boleh ambil barang-barang di minimarket, nanti dibayar pemerintah.

"Tidak begitu beritanya. Saat saya meninjau masyarakat korban bencana yang dirawat di rumah sakit, mereka perlu bantuan segera," ujarnya.

Sedangkan, toko-toko tutup. Listrik pun padam. Dalam rapat, ia juga meminta pemda memfasilitasi makanan dan minuman untuk korban gempa.

"Beli minuman makanan di toko yang dijual, berikan dulu kepada pengungsi dan yang dirawat dirumah sakit," sambung Mendagri.

Ia lalu menegaskan agar pemda langsung mencari siapa pemilik toko. Lalu, membeli makanan tersebut. Ini adalah kondisi darurat, dan listrik mati, serta bantuan baru akan masuk pada malam hari dari daerah tetangga.

"Kondisi darurat makan-minum bantuan belum masuk, toko tutup. Ya bantu masyarakat yang perlu makan minum dan saya minta langsung ke gubernur beli minuman dari toko yang tutup. Uangnya dari gotong royong, dan Mendagri ikut beli juga," ungkapnya.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID