logo rilis

KPK, Terobosan Gubernur Ridho di Sektor Pertanian
Kontributor

07 Oktober 2017, 16:54 WIB
KPK, Terobosan Gubernur Ridho di Sektor Pertanian
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menemani Presiden Joko Widodo kala blusukan ke pasar tradisional. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Bandar Lampung— Gubernur Lampung M Ridho Ficardo terus membuat terobosan program dalam pembangunan wilayahnya. Setelah berinovasi menggulirkan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di dunia pendidikan, dan rumah sakit keliling di bidang kesehatan, Gubernur Ridho mengeluarkan program Klinik Pertanian Keliling (KPK) untuk sektor pertanian.

"Sejak Februari hingga akhir 2017, KPK berkeliling ke 15 kabupaten/kota beranggotakan para mahasiswa dan akademisi untuk mengatasi berbagai masalah petani dan pertanian," kata Gubernur Ridho di Bandar Lampung, Sabtu (7/10/2017).

Gubernur Ridho mengatakan, sasaran program KPK adalah peningkatan mutu, jenis, dan jangkauan pelayanan ke petani, peternak, dan nelayan, sehingga target Lampung sebagai lumbung pangan dan energi nasional tetap bertahan dan meningkat.

Sebagai lumbung pangan nasional, kata Gubernur Ridho, Lampung mendapat tugas dari Presiden untuk mewujudkan swasembada beras.

"Alhamudillah produksi gabah kami bisa memenuhi target pusat. Tentu ini membutuhkan dukungan semua pihak termasuk perguruan tinggi," kata politisi Partai Demokrat ini.

Gubernur Ridho menjelaskan, program KPK ini untuk membantu petani, kelompok tani, dan masyarakat dalam menangani dan merespon cepat permasalahan petani di Lampung.

Selain tanaman pangan, KPK juga membantu petani di bidang peternakan hingga perikanan budidaya dan tangkap.

"Semua sumber daya pertanian yang ada di Lampung baik di pemda dan perguruan tinggi dikerahkan untuk melayani petani hingga ke pelosok," kata Ridho.

Program ini juga didukung Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional dengan menyediakan peralatan laboratorium dan kendaraan roda empat berjenis Elf. Sedangkan untuk tim pelaksana KPK berasal dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung dan dinas teknis terkait pertanian.

Hingga pertengahan September 2017, KPK berlangsung di sembilan kabupaten/kota. Di Lampung Barat, KPK berlangsung 20-21 April 2017 dengan sasaran pengendalian hama dan penyakit tanaman kopi, yang diikuti para petani Pekon Suka Jaya, Kecamatan Sumber Jaya, dan Kelompok Tani Argo Makmur, Pekon Pampangan, Kecamatan Sekincau. Kemudian di Cukuh Balak Tanggamus pada 28 Agustus 2017, penyuluhan budidaya dan pemasaran produk pertanian.

Dalam mendukung swasembada jagung, KPK memberikan penyuluhan pengelolaan hama dan penyakit tanaman jagung terpadu pengelolaan pakan ternak, Tegineneng, Pesawaran, pada 24 Mei 2017.

Di bidang pemberantasan hama, KPK memberikan penyuluhan serangan Hama dan penyakit kakao, di Desa Wawasan, Kecamantan Tanjung Sari, Lampung Selatan, pada 13 Juli 2017.

Sedangkan di bidang peternakan, KPK memberikan penyuluhan pengolahan limbah pelepah kelapa sawit sebagai pakan ternak dan kompos, di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi dan Desa Kedaung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, 21 Agustus 2017.

Program akan dilanjutkan hingga akhir tahun ke kabupaten yang belum dikunjungi, seperti Pesisir Barat, Lampung Timur, Pringsewu, Way Kanan, Lampung Utara, dan Tulangbawang Barat.


#Ridho Ficardo
#Gubernur Lampung
#Lampung
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)