logo rilis
KPK Cari Data Pendukung Dugaan Penerimaan Aliran Uang ke Ganjar
Kontributor
Tari Oktaviani
09 Februari 2018, 20:46 WIB
berita

RILIS.ID, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencari data untuk menguatkan pernyataan terdakwa Setya Novanto, terkait penerimaan uang hasil dugaan korupsi e-KTP ke Politisi PDIP Ganjar Pranowo. Ini mengingat Ganjar selalu membantah adanya aliran dana itu kepadanya.

‎Ketua KPK, Agus Rahardjo menyampaikan, pihaknya tengah mencari bukti pendukung soal dugaan penerimaan mantan Wakil Ketua Komisi II DPR tersebut. 

"‎Info mengenai itu berkali kali sudah disampaikan yah jadi ada yang sampaikan kemudian, tetapi sampai hari ini data pendukung untuk itu masih kami cari," kata Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Menurut Agus, meskipun sudah banyak keterangan para saksi yang menyebut Ganjar menjadi salah satu pihak yang menerima aliran uang, namun hal itu perlu dikuatkan lagi dengan bukti pendukung lainnya.

‎"Jadi belum temukan alat bukti yang cukup menyakinkan mengenai itu," ‎tegas Agus.

Sebelumnya, terdakwa kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto mengatakan, dirinya pernah dilaporkan oleh anggota Komisi II DPR Mustoko Weni dan Ignatius Mulyono, bahwa uang e-KTP dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sudah sampai ke tangan anggota fraksi PDIP, Ganjar Pranowo.

"Tapi yang pertama ini pernah almarhum  Mustoko Weni dan Ignatius Mulyono itu pada saat ketemu saya, menyampaikan telah menyampaikan dana uang dari Andi untuk dibagikan ke komisi II dan banggar DPR, itu backgroundnya dari pak Mustoko Weni dan disebut namanya pak Ganjar," kata Novanto di sidang pengadilan tindak pidana korupsi, Jakarta, Kamis (8/2).

Tak hanya itu saja, Andi sendiri menurut Novanto juga menyampaikan keterangan yang sama. Menurur Noanto, Andi pernah melaporkan ada jatah untuk Ganjar sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR.

"Saat Andi ke rumahnya, Andi telah memberikan bantuan dana untuk teman-teman ke komisi 2 dan Banggar dan untuk pak Ganjar sekitar bulan September 500 ribu dolar AS, itu disampaikan kepada saya," paparnya.

Atas dasar keterangan itulah maka pada saat bertemu secara tidak sengaja dengan Ganjar di Bandara Ngurah Rai, Bali, Novanto langsung menanyakan tindak lanjutnya ke Ganjar.

"Untuk itu saya ketemu penasaran saya tanyakan apakah sudah selesai dari teman-teman? Pak Ganjar waktu menjawab ya itu 'ya semuanya yang tahu urusannya pak Chairuman' jadi itu saja yang saya perlu," ungkapnya menirukan jawaban Ganjar kala itu.

Kendati begitu, Ganjar tetap bersikukuh tak pernah menerima uang e-KTP. Ia mengakui Mustoko Weni memang pernah menjanjikan kepadanya untuk memberikan uang namun ia tegaskan dirinya menolaknya. Oleh karenanya Ganjar menyebut pernyataab Novanto tidak benar.

"Andi Narogong sudah ngomong dia tidak berikan kepada saya saat persidangan sebelumnya waktu dia buat pledoi maka yang disampaikan bohong. Kedua bu mustoko weni sampaikan kepada saya tapi saya tolak. Miryam yani di dalam penyidikan kemaren dikonfrontasi dengan saya dia bilang ternyata saya memang menolak," tutupnya.

Editor: Taufiqurrohman

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)