logo rilis
Jalan Tol Mangkrak di Padang, Fadli Zon Salahkan Pemerintahan Jokowi
Kontributor

30 September 2018, 11:16 WIB
Jalan Tol Mangkrak di Padang, Fadli Zon Salahkan Pemerintahan Jokowi
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. FOTO: RILIS.ID/Zul Sikumbang

RILIS.ID, Padang— Luas areal kira-kira 100 meter persegi yang terletak di pinggiran jalan Bypass, kota Padang, Sumatera Barat masih terlihat ditutupi pasir warna putih. Areal tersebut merupakan area groundbreaking atau titik awal dibangunnya jalan tol yang menghubungkan kota Padang dengan Pekanbaru, Riau. 

Secara resmi, Presiden RI Jokowi meresmikan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru tanggal 9 Februari 2018. Rencananya jalan tol tersebut akan dibangun sepanjang 244 KM dan bila itu jalan tol tersebut terwujud, maka jarak tempuh antara kedua ibukota provinsi tersebut hanya 3-4 jam. Saat ini, jarak tempuh Padang-Pekanbaru melalui jalur umum sekitar 8 jam. 

Tapi sejak diresmikan, tidak ada perkembangan yang berarti alias mangkrak. Tidak ada kelanjutan sama sekali. Areal groundbreaking terlihat kosong melompong, sisi kanan kiri terlihat semak belukar dan ujung dari groundbreaking tidak terlihat adanya tanda-tanda pembangunan. Sementara itu, arah masuk groundbreaking terpampang papan yang bertuliskan “Dilarang Masuk” serta adanya pembatas.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyempatkan diri untuk meninjau jalan tol tersebut. Ia kecewa dengan progres pembangunan jalan tol tidak ada sama sekali. 

“Benar ini lokasi ground breaking untuk pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru,? tanya Fadli begitu turun dari mobil, Padang, Sabtu (29/9/2018).

“Benar Pak. Ini lokasi yang diresmikan oleh Pak Jokowi dulu,” jawab masyarakat setempat.

“Kok tak ada pembangunan, kosong begini,” tanya Fadli balik.

Kepada awak media, Fadli mengatakan, apa yang dilakukan oleh Jokowi menunjukkan ketidakmatangan dalam merencanakan sesuatu, termasuk pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru.

"Ini salah satu contoh, hampir 8 bulan proyek tol ini berhenti, mangkrak. Ini menunjukkan tidak ada perencanaan yang matang dari pemerintah untuk melakukan pembangunan infrastruktur,” kata Fadli. 

Ia menambahkan, Jokowi hanya bisa melakukan pencitraan demi kepentingan pribadi tanpa mempertimbangkan baik buruk, matang atau tidaknya sebuah rencana.

“Ini bisa dikatakan sekedar pencitraan. Tentu akan kita ingatkan pemerintah. Kalau sudah groundbreaking, jangan sampai macet, jangan sampai gagal dan kalau gagal harus ada perhitungan dan akan rugikan pemerintah sendiri,” ungkap Fadli.

Pemerintah pusat sudah mengetahui bahwa untuk pembebasan lahan di sepanjang jalan tol yang akan dibangun, masih tidak menemui titik temu. Bahkan pemerintah pusat mengultimatum, masalah pembebasan lahan harus selesai pada Mei 2018. Tapi lagi-lagi, Presiden Jokowi melakukan groundbreaking pada Februari 2018.

Sedangkan anggaran untuk pembangunan jalan tol tersebut berasal dari Jepang senilai Rp78,09 triliun.

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID