logo rilis

Ingin Menang di Jabar, Jokowi Perlu Kerja Keras
Kontributor
RILIS.ID
26 Maret 2019, 19:34 WIB
Ingin Menang di Jabar, Jokowi Perlu Kerja Keras
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Ada dua daerah yang diprediksi persaingannya bakal ketat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April mendatang.

Ya, Jawa Barat (Jabar) termasuk Banten di dalamnya layak disebut daerah pemilihan (dapil) neraka lantaran kemenangan diperkirakan tak akan sampai tiga persen.

Pengamat politik Indoesian Public Institute (IPI), Jerry Massie, menerangkan untuk bisa menang di Jabar, Jokowi-Maruf harus berkampanye door to door dan mengangkat isu yang sesuai kebutuhan warga.

”PKS, PAN, dan Gerindra cukup besar kekuatannya di Jabar. Perlu kerja keras untuk merebut wilayah ini,” kata Jerry, Selasa (26/3/2019).

Dia mengidentikkan Jabar dengan California yang merupakan daerahnya Demokrat. Kalau di AS di mana state ini terbanyak 55 electoral college jumlah kursi di parlemen.

”Menggunakan politik abangan dan santri serta merangkul tokoh-tokoh agama kunci kemenangan Jokowi," paparnya.

Menurut Jerry, Jokowi tak boleh lengah. Pada 2014, Prabowo cukup dominan dan fantastis menang dengan meraih 14.167.381 suara atau setara 59,78 persen.

Sementara, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla hanya 9.530.315 suara atau setara 40,22 persen dari total suara 23.990.089 orang. Untuk suara tidak sah mencapai 292.393 suara.

Jokowi bisa unggul di wilayah Tasikmalaya, jika PPP solid. Apalagi Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum berasal dari daerah ini. Bukan itu saja Gubernur Ridwan Kamil dari Partai Nasdem pun bisa mengangkat branding Jokowi.

Begitu pula Kota Depok, di mana PDIP meraih 10 kursi di parlemen, Jokowi dapat unggul. Tapi di Cianjur dan Kota Bogor agak sulit lantaran dikuasai Demokrat dan PAN.

Jika PDIP tampil impresif, tutur dia, bisa saja mendongkrak suara Jokowi. Pasalnya, rekapitulasi raihan suara di Jabar untuk DPR RI 2014 lalu menempatkan PDIP peringkat pertama.

Partai berlambang moncong putih ini meraih 19,63 persen. Partai Golkar di posisi kedua dengan 16,71 persen dan Partai Gerindra 11,22 persen.

"Jokowi-Kalla hanya unggul di 4 Kabupaten sedangkan Prabowo-Hatta di 22 Kabupaten. Pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan suara 14.167 381 atau 59,78 persen. Sementara, Jokowi-JK mendapat 9.530.315 atau 40,22 persen. Jadi menang di parlemen tak menjamin menang di pilpres," ingatnya. (*)

Editor: gueade




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID