logo rilis
Indonesia Harus Jadi Neraka Penyelundup Narkoba
Kontributor
Elvi R
13 Februari 2018, 13:00 WIB
Indonesia Harus Jadi Neraka Penyelundup Narkoba
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengatakan, Indonesia harus menjadi neraka bagi penyelundur narkoba. Lewat aksi penggagalan penyeludupan narkoba diharapkan, menjadi pesan kuat kepada jaringan pengedar narkoba di dunia, Indonesia bukan surga, tetapi sebaliknya.

“Memang kondisi geografis kita yang banyak pulau, pantai dan pelabuhan-pelabuhan kecil menjadi keuntungan bagi jaringan pengedar narkoba. Tantangan kita semakin berat saat hukum belum sepenuhnya tegas dan masih ada oknum penegak hukum yang masih berani bermain-main dengan kasus narkoba. Kita harus segera atasi berbagai tantangan ini sehingga Indonesia benar-benar menjadi 'neraka' bagi para pengedar narkoba,” kata Fahira melalui siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Selasa (12/2/2018).

Menurutnya meningkatkan pengawasan yang intensif di wilayah perairan, modernisasi peralatan atau teknologi dan senjata penegak hukum menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. Peralatan berteknologi dianggap ampuh untuk menghadapi kekuatan jaringan narkoba internasional. Karena, mereka menjadikan laut sebagai jalur utama penyeludupan narkoba.

"Seperti yang kita ketahui bersama, para mafia-mafia narkoba saat ini sudah mulai melengkapi kapal-kapal mereka dengan peralatan yang canggih sehingga komunikasi antarmereka sulit disadap oleh kapal-kapal penegak hukum Indonesia," jelasnya.

Selain itu,  penegakkan hukum yang tegas dan konsisten menjadi cara yang paling efektif untuk menghalau peredaran narkoba di Tanah Air. Hingga saat ini masih banyak bandar narkoba yang sudah masuk daftar terpidana mati tetapi tidak kunjung dieksekusi. Konsekuensi dari penegakan hukum yang tidak tegas ini sangat kontraproduktif dan berdampak buruk terhadap jihad bangsa ini melawan narkoba.

“Lihat saja, di lapas mereka masih berani menjalankan bisnisnya mengedarkan narkoba. Belum lagi yang membuat kita sangat miris, masih ada oknum aparat penegak hukum yang berani menjadi pengedar narkoba. Selama persoalan-persoalan ini tidak kita tuntaskan, Indonesia tidak akan penah jadi neraka bagi pengedar narkoba,” pungkas Senator Jakarta ini. 

Kendati demikian, Fahira mengatakan, apresiasi patut disematkan kepada TNI Angkatan Laut khususnya awak KRI Sigurot-864 dan BNN yang telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu di wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau oleh kapal MV Sunrise Glory.  Berdasarkan hasil pengembangan, narkotika golongan I jenis sabu yang ada di dalam kapal MV Sunrise Glory ini ternyata mencapai tiga ton. Penangkapan ini menandakan perairan Indonesia masih menjadi jalur favorit peredaran narkoba internasional dan Indonesia juga masih menjadi negara target peredarannya.

Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengungkapkan, satu dekade terakhir ini peredaran narkoba di Indonesia sudah mencapai titik paling kritis sepanjang sejarah republik ini. Tidak hanya menjadi alat perusak generasi muda, narkoba sudah menjadi ancaman bagi ideologi Pancasila dan ketahanan nasional bangsa.

“Saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada TNI AL dan BNN atas upaya yang tidak kenal menjaga wilayah perairan Indonesia dari penyeludupan berton-ton narkoba yang secara tidak langsung juga menyelamatkan banyak nyawa di Indonesia,” ujar Fahira.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)