logo rilis
IMM: Penyerangan terhadap Tokoh Agama Cederai Nilai Keindonesiaan
Kontributor
Tio Pirnando
13 Februari 2018, 10:26 WIB
IMM: Penyerangan terhadap Tokoh Agama Cederai Nilai Keindonesiaan
Ketua DPP IMM Bidang Tabligh dan Keislaman, Kadarisman,

RILIS.ID, Ambon— Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menilai, penyerangan dan penganiayaan pemuka agam beberapa waktu lalu telah mencederai nilai  ke Indonesiaan. Aksi tersebut merupakan tindakan kriminal yang betentangan dengan hukum agama. Karena ajaran agama apapun tidak membenarkan perilaku tersebut.

"Indonesia sebagai negara pancasila tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan teror apalagi ditujukan kepada para tokoh agama. Sungguh aksi-aksi demikian sangat mencederai nilai-nilai keindonesiaan," ujar Ketua DPP IMM Bidang Tabligh dan Keislaman, Kadarisman, kepada rilis.id di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Kadarisman mengatakan, tindakan penganiayaan pada pemuka  agama tersebut tergolong perbuatan keji.

Lebih lanjut, IMM menyerukan agar masyarakat tetap menjaga kondisi tetap kondusif dalam kehidupan beragama, serta menjaga emosi.

"Masyarakat diharapkan tetap menjaga emosi dan mengendalikan diri agar tidak ikut terprovokasi dengan isu-isu yang berbau sara. apalagi menjelang tahun pemilu," paparnya.

IMM juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas siapapun pelaku kekerasan dan aksi teror yang akhir-akhir ini terjadi.

"Jikapun ada aktor-aktor intelektual dibalik skenario yang ada, kepolisian harus mampu mengungkapnya," imbuh Kadarisman. "Pihak kepolisian harus memaksimalkan perannya dan diharapkn bersikap  objektif serta adil dalam mengusut tuntas siappun pelaku kekerasan dan aksi teror terhadap para pemuka agama yang akhir-akhir ini terjadi," sambungnya.

Kadarisman juga mengimbau ke kader IMM di seluruh Indonesia agar ikut serta bersama masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

"Imbauan ke disetiap level pimpinan serta kader-kader IMM se-Indonesia agar senantiasa bersama-sama masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban, keamanan serta selalu mengajak kepada kedamaian & menjaga nilai-nilai Pancasila dan keindonesiaan," tukas dia.

Sebelumnya, telah terjadi peristiwa penganiayaan berupa pembacokan terhadap empat orang terjadi di Gereja St Lidwina, Jambon Trihanggo, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta pada Minggu pagi.

Dari empat korban luka-luka tersebut, dua orang merupakan jemaat gereja, seorang pastur, dan seorang polisi.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)