logo rilis

ICMI: Evaluasi Sistem Perbankan Syariah 
Kontributor
Ainul Ghurri
20 Februari 2018, 13:10 WIB
ICMI: Evaluasi Sistem Perbankan Syariah 
Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menilai, sistem perbankan syariah di Indonesia perlu dievaluasi. 

Menurutnya, perbankan syariah harus berkaitan dengan ekonomi nasional melalui kesepakatan bagi semua agama. 
Sehingga, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, manfaat perbankan bisa dirasakan bagi semua umat di Indonesia.

"Kita tidak cukup halal saja, tapi thayyiban-nya belum. Masa selama 25 tahun tidak ada bekasnya? Jadi siapa yang mendapat manfaat dari berkembangnya sistem keuangan syariah, ini harus dievaluasi juga," kata Jimly Asshiddiqie menanggapi gagalnya akuisisi saham Bank Muamalat Syariah oleh PT Minna Padi Investama Securitas.

Ia menambahkan, Komisi Nasional Keuangan Syariah (KNKS) juga perlu dievaluasi. Pasalnya, lembaga keuangan tersebut belum menerapkan kebijakan ekonomi kerakyatan yang tidak sesuai dengan ekonomi Pancasila.

"Karena bagaimanapun akhirnya, kita tidak hanya sistem ekonomi yang diyakini umat Islam saja, tapi juga bisa disepakati semua umat beragama lain yaitu Pancasila. Ekonomi pasar Pancasila itu, referensi kesepakatan semua umat beragama," terang Jimly ketika ditemui di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Senin (20/2/2018).

Ia menilai, selama ini sistem perbankan syariah hanya sebagai simbolisasi bagi umat tertentu dan tidak berdampak pada semua umat yang ada di Indonesia.

"Kalau dia bangkrut (Muamalat, red), berarti sistem ekonomi syariahnya itu gagal," katanya.
 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)