logo rilis
Harga Beli Kopi di Pasar Lokal Tinggi, Eksportir Merugi
Kontributor
Kurniati
20 Februari 2018, 15:53 WIB
Harga Beli Kopi di Pasar Lokal Tinggi, Eksportir Merugi
Ilustrasi Biji Kopi. FOTO: Instagram.com/@sidedoors_ptk

RILIS.ID, Medan— Eksportir kopi di Sumatera Utara mengalami kesulitan dan merugi, akibat harga beli biji kopi di pasar lokal jauh lebih tinggi dari harga kontrak ekspor sekitar US$5 per kilogram.

"Harga biji kopi arabika di lokal berkisar Rp75.000 per kilogram sementara harga ekspor sesuai kontrak dagang sebelumnya di bawahnya atau hanya sekitar US$5 dolar per kilogram," ujar Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Saidul Alam di Medan, Selasa (20/2/2018).

Selain mahal, biji kopi juga sulit diperoleh karena memang belum masuk masa panen.

Meski merugi, kata Saidul Alam, eksportir terpaksa membeli dan mengekspor karena menjaga hubungan baik dan menghindari protes dari mitra dagang atau pembeli yang sebelumnya telah melakukan kontrak.

"Tidak bisa diprediksi sampai kapan terjadi ketidakseimbangan harga beli dan jual karena produksi kopi pun susah diprediksi," katanya.

Untuk menekan kerugian, kata dia, eksportir tidak melakukan transaksi dan kontrak dagang baru, selain untuk memenuhi ekspor.

Meski harga kopi di pasar lokal mahal, ujar Saidul, petani tidak menikmati harga jual yang tinggi itu. 

Alasan dia, dewasa ini, panen kopi belum terjadi.

"Yang untung besar yah pedagang pengumpul," katanya.

Ekspor kopi Sumut terbesar masih ke Amerika Serikat, Jepang. Jerman, Kanada dan Malaysia.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)