logo rilis
Hanya Butuh 6 Bulan untuk Dapat Pekerjaan di Bidang STEM
Kontributor
Intan Nirmala Sari
13 Februari 2018, 11:23 WIB
Hanya Butuh 6 Bulan untuk Dapat Pekerjaan di Bidang STEM
ILUSTRASI: Mastercard

RILIS.ID, Jakarta— Riset Mastercard terkait antusiesme anak perempuan terhadap bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika) menunjukkan, 66 persen pencari kerja perempuan cenderung bertahan dengan karir mereka di bidang STEM. 

Riset diperoleh dari hasil wawancara November dan Desember 2017, kepada 2.426 anak perempuan berusia 12-25 tahun di enam negara di kawasan Asia Pasifik. Menurut studi ini, passion dan banyaknya kesempatan untuk belajar merupakan faktor-faktor penting yang memengaruhi perkembangan karir dan mata pelajaran di bidang STEM. 

Untuk Indonesia, sebanyak 81 persen responden mengambil jurusan bidang STEM cenderung bekerja di bidang yang sama setelah lulus kuliah. "Bahkan, 68 persen diantaranya berhasil mendapat pekerjaan dalam kurun waktu enam bulan setelah mereka wisuda," jelas riset tersebut di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Survei juga menemukan, bahwa antusiasme terhadap bidang STEM di kalangan anak perempuan timbul sejak usia dini, di mana 68 persen anak perempuan usia 12-14 tahun menganggap STEM sebagai bidang yang menarik secara keseluruhan. Faktanya, pekerjaan yang berkaitan dengan STEM cenderung menjadi pilihan yang popular di kalangan demografi ini. 

Tiga dari lima belas karir teratas di bidang STEM adalah dokter (22 persen), guru (20 persen), dan teknik (18 persen). Akan tetapi, meskipun banyak peminat, passion di bidang STEM harus dimulai dan dikembangkan sejak dini. 

Penelitian ini mengidentifikasi bahwa usia 15 tahun merupakan usia penting di mana anak-anak perempuan akan memutuskan apakah mereka akan mengejar karir di bidang STEM atau tidak. Sementara, generasi anak-anak perempuan yang lebih tua yang mempelajari bidang STEM, cenderung akan menekuni bidang tersebut. 

"Meskipun 50 persen dari anak perempuan dengan usia 15-19 tahun, disurvei menyukai bidang pelajaran berkaitan STEM selagi mereka masih muda, 51 persen anak perempuan usia 15-16 tahun cenderung mengubah pilihan mereka. Sementara, hanya 12 persen dari anak berusia 17-19 tahun yang memilih untuk melanjutkan pendidikan dan karir di bidang STEM," menurut laporan Mastercard itu.

 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)