logo rilis

Hakim Berhalangan Hadir, Sidang Cerai Ahok-Vero Ditunda
Kontributor
Kurnia Syahdan
14 Februari 2018, 13:50 WIB
Hakim Berhalangan Hadir, Sidang Cerai Ahok-Vero Ditunda
Basuki Tjahaja Purnama dan keluarga. FOTO: Twitter.com/@basuki_btp

RILIS.ID, Jakarta— Sidang ketiga kasus perceraian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan istrinya Veronica Tan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (14/2/2018) terpaksa ditunda.

"Ketua Majelis Hakim, Pak Sutaji berhalangan hadir, beliau sedang tugas di Pengadilan Tinggi. Sidang ditunda hingga pekan depan," kata Josefina Agatha Syukur, kuasa hukum Ahok, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Sidang ketiga ini beragendakan pembuktian surat dan rekaman. 

Namun, lanjut Josefina, karena sidang hari ini ditunda maka pada Rabu (21/2) pekan depan, sidang akan dilanjutkan dengan agenda yang sama.

"Sidang ditunda, pekan depan dengan agenda yang sama," katanya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, adik sekaligus kuasa hukum Basuki, Fifi Lety Indra mempersilakan kepada Julianto Tio, orang yang disebut-sebut menjadi penyebab keretakan rumah tangga Basuki-Veronica, untuk bersikap jantan.

"Saya katakan, ayo JT (Julianto Tio), jangan hilang dong, cari tuh Bu Vero. Saya ingin tahu ini cinta sejati atau bukan. Bu Vero sudah berkorban, Pak JT mau berkorban enggak?" kata Fifi.

Basuki Purnama melayangkan gugatan cerai ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara melalui kuasa hukumnya, Josefina A. Syukur pada 5 Januari 2017.

Gugatan tersebut membuat publik heboh dan kaget, karena selama ini mengenal pasangan tersebut sebagai pasangan yang harmonis.

Baca: Adik Ahok Tegaskan Tak Bakal Cabut Gugatan Cerai

Berbagai spekulasi bermunculan termasuk spekulasi bahwa ini strategi politik Basuki.

Namun adik Basuki, Fifi Lety Indra menepis spekulasi tersebut.

Fifi mengatakan perceraian ini terjadi karena ada pihak ketiga dalam perkawinan Basuki-Veronica.

Sementara Basuki kini masih mendekam di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat untuk menjalani hukuman atas kasus penistaan agama.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)