logo rilis
Golkar Tak Akan Tolerir Kadernya yang Terkena OTT
Kontributor
Taufiqurrohman
14 Februari 2018, 18:34 WIB
berita

RILIS.ID, Jakarta— Partai Golkar tidak akan menolerir kadernya yang melakukan setiap tindakan koruptif, apalagi terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan alasan apapun.

"Mau alasan apapun kita tidak bisa terima. Kita tidak main-main dengan isu Golkar bersih. Kita serius ingin tampil dengan wajah yang bersih demi meraih kepercayaan masyarakat," kata Koorbid Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Jawa dan Kalimantan, Nusron Wahid, di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Menanggapi ditangkapnya Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih oleh KPK, dia mengatakan, Partai Golkar pasti akan mengambil tindakan yang keras dan sanksi yang sebesar-besarnya bagi kader yang melakukan tindak pidana korupsi, sesuai dengan semangat Golkar bersih.

Nusron menjelaskan, dengan kejadian operasi tangkap angan (OTT) di Subang, berarti sudah ada tiga kader Partai Golkar yang terkena OTT saat momentum pilkada, yaitu Cimahi, Jombang dan Subang.

"Dengan kejadian ini, DPP akan kumpulkan calon pasangan calon dari Partai Golkar, terutama pasangan calon yang kader murni partai dan petahana agar tidak memanfaatkan momentum pilkada sebagai dalih korupsi," ujar Nusron.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan delapan orang dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Subang, Jawa Barat, Selasa (13/2) malam.

"Dari kegiatan tadi malam, diamankan delapan orang termasuk kepala daerah di Subang, kurir, swasta dan unsur pegawai setempat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu.

Ferbi mengungkapkan bahwa dari identifikasi awal, OTT dilakukan terkait adanya dugaan transaksi dengan kewenangan perizinan.

"Tim mengamankan sejumlah uang," kata Febri.

Sumber: ANTARA

Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)