logo rilis
Gerindra: Menteri Harusnya Pelayan Rakyat, Bukan Timses Jokowi
Kontributor

28 September 2018, 22:30 WIB
Gerindra: Menteri Harusnya Pelayan Rakyat, Bukan Timses Jokowi
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Sebanyak 14 menteri di Kabinet Kerja menjadi tim sukses pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin. 

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, seharusnya, para menteri itu menjadi pelayan masyarakat, bukan pelayan presiden.

Ahmad Muzani mengatakan, menteri adalah pembantu presiden, karena di dalam Undang-Undang, menteri membantu Presiden menjalankan tugas sehari-hari, yang dibantu oleh seorang wakil presiden.

“Seharusnya menteri itu berkomitmen, bertanggungjawab terhadap tugas-tugas kenegaraan yang dibebankan oleh presiden sebagai kepala pemerintahan dan tugas menteri adalah bagaimana memberi pelayanan dan memberi jaminan bahwa pembangunan itu akan berlangsung dengan lancar,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (28/9/2019).

Soal Pilpres itu, sambungnya, adalah masalah politik dan tentu saja mestinya seorang menteri itu dibebankan pada tugas-tugas politik. 

Karena mestinya, seorang menteri itu terbebas dari urusan-urusan politik, termasuk kepala daerah supaya yang bersangkutan berkonsentrasi kepada tugas yang dibebankan oleh presiden dalam menjalankan tugasnya membantu melaksanakan pemerintahan.

“Kalau menteri itu kemudian menjadi timses pemenangan dalam satu kontenstasi presiden seperti yang sekarang ini terjadi dalam tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Saya kira tugas kementerian itu akan terganggu dan akan bias dalam kepentingan politik dan itu sesuatu yang pasti,” ungkap Muzani.

Ia mencontohkan, seorang kepala daerah di Sumatera Barat yang membagikan sertifikat yang mengatasnamakan Presiden Jokowi.

“Yang terjadi seperti di Sumbar ada seorang Bupati yang bagi-bagi dana desa mengatakan 'ini dari pak Jokowi.  Bupati membagikan dana dari negara, sumbernya APBN mengatakan bahwa ini Pak Jokowi. Apa artinya? Dia sedang menggunakan kekuatan powernya, kekuasaannya untuk memenangkan Pak Jokowi,” tanya Muzani.
 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID